Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan itu buntut dari penggantian nasi menjadi kentang pekan lalu.
"Dirpawas, Direktur Pemantauan dan Pengawasan itu dalam hal ini dijabat oleh Pak Rudi (Rudi Setiawan) namanya. Beliau ini yang memberikan keputusan bahwasanya (SPPG Mappasaile) ditutup untuk sementara," kata Tim Pengawas MBG Kodim 1421 Pangkep, Serka Imran kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Dia mengatakan, penutupan dapur SPPG Mappasaile dilakukan sejak Senin (9/2). Imran mengatakan belum mengetahui sampai kapan dapur ini ditutup. Dapur SPPG Mappasaile dikelola Yayasan Saji Cinta Negeriku Indonesia terletak di Jalan Poros Pangkep-Barru, Kelurahan Mappasaile, Kabupaten Pangkep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penutupan sementara sejak Senin. Kalau sampai kapan kita juga masih menunggu sementara sambil menunggu petunjuk lebih lanjut," ucapnya.
Dia mengatakan, penutupan ini berawal ketika SPPG Mappasaile membagikan menu MBG dengan mengganti nasi dengan kentang, Jumat (6/2). Foto menu dengan kentang itu beredar di media sosial.
"Mulainya waktu itu ada di media sosial itu. Itu kita dari kodim turun mengecek kenapa bisa terjadi seperti demikian yang dilontarkan ke media," ucapnya.
Dia mengatakan, dari pemantauannya pihak SPPG Mappasale mengklaim menu MBG dengan kentang itu sudah memenuhi standar gizi. Dia mengatakan telah melaporkan hal itu kepada pihak BGN.
"Penjelasannya dari ahli gizi kan sudah sesuai dengan jumlah gizi (kentang dan nasi) jadi itu sudah kita laporkan," ucapnya.
Kepala Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani mengatakan, dalam masa penutupan sementara ini pihak BGN melakukan evaluasi dalam pengaturan menu MBG di SPPG Mappasaile.
"Lagi evaluasi internal terkait dengan pengaturan menunya," ujarnya.
Dalam foto yang beredar di media sosial nampan jatah MBG tanpa nasi itu berisi kentang goreng, 1 buah pisang, 1 potong ayam, lalap timun dan sambal. Postingan tersebut beredar sejak Jumat (6/2) dan mendapat banyak tanggapan dari warganet di Pangkep.
