Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani sidang adat buntut candaannya terkait budaya Toraja. Pandji diberi sanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam, selanjutnya menjalani ritual permohonan maaf kepada leluhur Toraja.
"Iya, tadi sudah di sidang adat. Besok, permohonan maaf kepada leluhur," ujar hakim adat, Yusuf Sura' Tandirerung kepada detikSulsel, Selasa (10/2/2026).
Yusuf menuturkan, Pandji diberi sanksi ringan akibat melakukan pelanggaran karena ketidaktahuannya dan juga telah minta maaf. Pandji didenda satu ekor Babi dan lima ekor sebagai persembahan kepada leluhur di wilayah Pa'buaran Tongkonan Kaero, Sangalla', Rabu (11/2) besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam. Babi dan satu ayam besok mau dipakai untuk ritual permohonan maaf kepada leluhur. Tadi sudah empat ekor ayam," ujarnya.
Dia mengatakan, selain sebagai pemulihan martabat suku Toraja, ritual adat ma'bua' juga merupakan janji kepada leluhur. Apabila melakukan kesalahan yang sama kemudian hari, pelaku akan dijauhkan dari berkat.
"Ritual besok tidak di tongkonan lagi tapi di Pa'buaran Tongkonan Kaero. Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat," ujar Yusuf.
Diberitakan sebelumnya, Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani sidang adat buntut candaannya terkait budaya Toraja. Pandji diberi sanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam.
Di hadapan masyarakat dan tokoh adat Toraja, Pandji juga menyampaikan permohonan maaf. Dia mengakui kesalahannya sebab membawakan materi ritual adat Rambu Solo yang tidak dia pahami dengan baik.
"Terima kasih banyak, pada kesempatan kali ini, di hari ini, saya menerima semua keputusan yang telah diberikan," ujar Pandji.
Menurut Pandji, peristiwa ini akan menjadi pembelajaran bagi dia untuk lebih berhati-hati lagi membawakan materi stand up ke depannya. Utamanya terkait adat dan budaya Toraja.
"Saya menerima semua keputusan keputusan yang telah ditetapkan. Semoga ke depan saya menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi apa yang telah saya lakukan," ujarnya.
