Buaya di Pantai Selayar Bahayakan Warga, Aparat Susun Strategi Penangkapan

Buaya di Pantai Selayar Bahayakan Warga, Aparat Susun Strategi Penangkapan

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Rabu, 04 Feb 2026 15:10 WIB
Buaya di Pantai Selayar Bahayakan Warga, Aparat Susun Strategi Penangkapan
Warga Desa Appatanah, Kabupaten Kepulauan Selayar, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya. Foto: (dok. istimewa)
Selayar -

Pemerintah desa bersama aparat terkait merencanakan proses penangkapan terhadap buaya sepanjang 3 meter yang muncul di pesisir pantai Desa Appatanah, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah ini diambil demi keamanan warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi.

"Rencana begitu petunjuknya Pak Binmas (Bhabinkamtimbas). Kalau bisa ditangkap supaya lebih anu toh, lebih aman lagi," ujar Kepala Desa Appatanah Marzan kepada detikSulsel, Rabu (4/2/2026).

Marzan menjelaskan aparat saat ini masih menyusun strategi untuk mengevakuasi predator tersebut dari perairan. Pihaknya mengaku masih mencari metode penanganan yang tepat mengingat lokasi kemunculan berada di perairan terbuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma persoalannya cara tangkapnya itu yang dipikirkan bagaimana," lanjutnya.

Kemunculan buaya ini sebelumnya menggegerkan warga di Dusun Kanawe, Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu. Berdasarkan rekaman video warga, buaya tersebut diperkirakan memiliki ukuran yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari videonya itu sekitar 3 meter, kurang lebih. Iya, agak besar memang karena ekornya saja panjang itu," jelasnya.

Sejauh ini, pihak desa baru berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk memantau pergerakan buaya. Pihaknya belum menjalin komunikasi resmi dengan instansi penanganan satwa liar lainnya.

"Belum. Baru Pak Binmas (Bhabinkamtibmas/Babinsa) tadi," ucap Marzan.

Marzan menyebut area Pantai Timur yang menjadi lokasi kemunculan buaya merupakan kawasan yang ramai aktivitas nelayan saat musim barat. Untuk langkah antisipasi, pemerintah desa telah melarang warga mendekati pesisir pantai.

"Sudah ada diimbau masyarakat, nelayan, anak-anak, supaya tidak beraktivitas di sebelah timur," tegasnya.

Pihak desa juga masih menelusuri asal muasal predator tersebut karena di lokasi kejadian tidak terdapat habitat asli buaya. Kejadian ini sekaligus membuktikan laporan warga yang sebelumnya dianggap sebagai kabar tidak benar atau hoaks.

"Saya kurang tahu juga (kenapa bisa muncul di sana). Bisa saja buayanya dari tempat lain. Tidak ada juga (di sana muara sungai)," ungkapnya.

"Sudah pernah dengar masyarakat (soal kemunculan buaya). Cuma masih... tapi rata-rata masyarakat yang lain belum percaya. Katanya mungkin hanya halusinasi atau bagaimana. Ternyata betul ada," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Appatanah, Kepulauan Selayar, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya sepanjang 3 meter di pesisir pantai. Pemerintah desa meminta warga untuk menjauhi lokasi kemunculan buaya demi keselamatan.

Buaya itu muncul di pinggir pantai Dusun Konawe, Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu pada Selasa (3/2) sekitar pukul 11.00 Wita. Kepala Desa Appatanah Marzan membenarkan video yang beredar.

"Iya, lokasinya Appatanah. Dia masuk di Dusun Konawe. Iya, tadi siang. Karena posisi air pasang, berarti siang, karena tadi pagi surut air. Berarti sekitar jam-jam 11.00 Wita," kata Marzan kepada detikSulsel, Selasa (3/2/).

Marzan mengaku menerima laporan dari warga dan video terkait kemunculan buaya itu. Warga yang menangkap ikan di sekitar lokasi juga sempat melihat buaya tersebut.

"Kebetulan saya dapat informasi dari grup juga, sama perangkat desaku. Katanya ada warga juga yang sementara nyambak (mencari) ikan di Pantai Timur. Jadi dia lihat itu," ucap Marzan.




(asm/hsr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads