Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai menatap Pemilu 2029 dengan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mesin partai akan bekerja dengan 3 isu utama setelah Rakernas yakni anak muda, usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM), serta teknologi.
"Rakernas bagi PSI bukan sekadar acara, tapi titik start konsolidasi kerja. Setelah Rakernas, fokus kami adalah membangun mesin partai yang hidup sampai ke tingkat paling bawah, dari kaderisasi, penguatan struktur, sampai kerja nyata yang dirasakan masyarakat," ujar Juru Bicara PSI Faldo Maldini kepada detikSulsel, Rabu (28/1/2029).
Faldo menyebut PSI tak ingin menjadi partai yang cuma hadir saat jelang pemilu. Dia lantas mengungkap ada tiga cara yang akan digunakan untuk menuju 2029.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PSI tidak ingin hanya hadir lima tahunan. Kami akan bergerak dengan tiga cara: pertama, memperbanyak kader yang benar-benar bekerja di daerah; kedua, memperkuat isu yang dekat dengan kehidupan rakyat seperti UMKM, anak muda, pendidikan, dan teknologi; ketiga, memperbaiki cara komunikasi agar PSI makin relevan dan dipercaya publik," katanya.
Faldo menyebut PSI menargetkan naik kelas dengan masuk Senayan. Selain itu, meningkatkan perolehan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten/kota.
"Target PSI jelas: naik kelas. Di daerah, kami ingin memperluas kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota, terutama di basis baru seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Indonesia Timur," katanya.
"Di nasional, PSI ingin menjadi kekuatan parlemen yang signifikan, bukan sekadar pelengkap, agar suara anak muda dan politik rasional punya pengaruh nyata dalam kebijakan negara," pungkas Faldo.
(asm/hsr)











































