Di bawah kepemimpinan Ipuk Fiestiandani sebagai bupati, Kabupaten Banyuwangi ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pilot project untuk digitalisasi bantuan sosial (bansos). Penunjukan ini berdasarkan pada rekam jejak Kabupaten Banyuwangi dalam transformasi digital serta indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE yang sangat baik.
Pada April 2026, Kementerian Dalam Negeri kembali menobatkan Kabupaten Banyuwangi sebagai kabupaten berkinerja tinggi peringkat pertama berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebuah predikat yang diperoleh oleh kabupaten tersebut ke empat kalinya.
Selain memimpin Kabupaten Banyuwangi dalam menjadi percontohan digitalisasi bantuan sosial, Ipuk juga mencanangkan program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Program tersebut dicetuskan oleh Ipuk sejak menjabat sebagai bupati di tahun 2021. Dalam program Bunga Desa, Ipuk berkeliling di beberapa desa untuk berdialog dengan warga dan tokoh desa untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan warga setempat sekaligus memutuskan solusinya. Terkini, Ipuk telah menyambangi tiga desa di Kecamatan Purwoharjo, yaitu Desa Kradenan, Desa Purwoharjo, dan Desa Glagahagung.