Didi Supadi hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat kondisi mobilnya yang penuh lubang bekas peluru. Mobil itu ternyata digunakan untuk aksi kriminal.
Ketum PA 212, Slamet Maarif, dua kali diteror oleh orang tak dikenal. Jika pada Februari 2020, rumahnya dilempari batu, kini mobil dirusak orang tak dikenal.