Anak-anak melintas di salah satu Perumahan Desa Muktiwari, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/6/2026). Pemerintah resmi menyetujui perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun. Di saat yang sama, pemerintah memastikan suku bunga rumah subsidi tapak tetap sebesar 5 persen dan rumah susun subsidi sebesar 6 persen hingga masa kredit berakhir.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Komite Tapera yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak dan terjangkau, sekaligus mendukung target pembangunan tiga juta rumah.
Selain menyetujui tenor KPR FLPP hingga 40 tahun, rapat juga membahas implementasi skema pembiayaan baru, mulai dari besaran uang muka (DP), angsuran bulanan, hingga tingkat keterjangkauan masyarakat. Pemerintah mengkaji skema cicilan rumah subsidi tapak sekitar Rp500 ribuan per bulan melalui penerapan suku bunga berjenjang. Sementara untuk rumah susun subsidi, angsuran ditargetkan berada di kisaran Rp700 ribuan per bulan dengan mekanisme serupa.
Di tengah kondisi suku bunga pasar yang berfluktuasi, pemerintah menegaskan bunga KPR FLPP untuk rumah subsidi tapak tetap dipatok 5 persen hingga akhir tenor. Adapun bunga rumah susun subsidi dipertahankan sebesar 6 persen. Kebijakan tersebut didukung melalui pengelolaan likuiditas oleh BP Tapera bersama Danantara Indonesia.
Dalam rapat itu, Komite Tapera juga mengevaluasi progres penyaluran FLPP sepanjang 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan untuk 350 ribu unit rumah subsidi tahun ini melalui berbagai strategi, mulai dari penguatan segmentasi pasar, promosi, kolaborasi lintas lembaga, digital marketing, hingga implementasi tenor pembiayaan 40 tahun. Hingga 23 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 81.268 unit rumah atau sekitar 23,22 persen dari target tahunan dengan nilai pembiayaan mencapai Rp10,1 triliun. Jika ditambah rumah yang telah memasuki tahap akad kredit, jumlahnya mencapai 103.003 unit atau sekitar 29,43 persen dari target 350 ribu unit.