Penampakan Rumah 3x4 Meter di Menteng yang Dihuni 10 Orang

Dari depan rumah, terlihat kusen kayu tampak lapuk, jendelanya ditambal dengan triplek, permukaan pintunya sudah kotor, dan cat temboknya sudah terkelupas. Tidak ada ruangan yang cukup sehingga area depan difungsikan sebagai dapur. Terdapat meja buat menaruh kompor. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Ketika masuk, langsung terlihat satu ruangan yang penuh barang. Ruangan yang cukup sempit ini juga dipakai buat tidur di malam hari oleh tiga penghuninya. Rumah yang terdiri dari dua lantai ini membuat penghuni harus menaiki tangga kayu kecil yang beberapa anak tangganya sudah miring. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Di balik ruangan itu dan sebelah tangga, ada kamar mandi kecil yang pintunya sudah copot. Dekat kamar mandi, panci hingga alat mandi digantung pada tembok. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Kamar mandinya sangat sempit. Isinya terdapat sejumlah ember, papan sikat baju, dan kloset jongkok. Ruangan ini dipakai untuk cuci piring, mandi, dan buang air. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Area lantai dua terasa lebih lega karena ruangannya blong tanpa sekat. Ruangan itu diisi sejumlah lemari, pakaian, guling, dan matras tipis. Tampak juga beberapa baskom untuk menadah tetesan air hujan. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Atap rumah terbuat dari seng dan tidak ada plafon. Tampak seng sudah berlubang dan rangka kayunya lapuk. foto: detikcom

Jendela di lantai dua cukup besar. Namun, tidak ada penutup, hanya ada kain sebagai gorden. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom

Dari depan rumah, terlihat kusen kayu tampak lapuk, jendelanya ditambal dengan triplek, permukaan pintunya sudah kotor, dan cat temboknya sudah terkelupas. Tidak ada ruangan yang cukup sehingga area depan difungsikan sebagai dapur. Terdapat meja buat menaruh kompor. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom
Ketika masuk, langsung terlihat satu ruangan yang penuh barang. Ruangan yang cukup sempit ini juga dipakai buat tidur di malam hari oleh tiga penghuninya. Rumah yang terdiri dari dua lantai ini membuat penghuni harus menaiki tangga kayu kecil yang beberapa anak tangganya sudah miring. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom
Di balik ruangan itu dan sebelah tangga, ada kamar mandi kecil yang pintunya sudah copot. Dekat kamar mandi, panci hingga alat mandi digantung pada tembok. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom
Kamar mandinya sangat sempit. Isinya terdapat sejumlah ember, papan sikat baju, dan kloset jongkok. Ruangan ini dipakai untuk cuci piring, mandi, dan buang air. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom
Area lantai dua terasa lebih lega karena ruangannya blong tanpa sekat. Ruangan itu diisi sejumlah lemari, pakaian, guling, dan matras tipis. Tampak juga beberapa baskom untuk menadah tetesan air hujan. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom
Atap rumah terbuat dari seng dan tidak ada plafon. Tampak seng sudah berlubang dan rangka kayunya lapuk. foto: detikcom
Jendela di lantai dua cukup besar. Namun, tidak ada penutup, hanya ada kain sebagai gorden. Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom