Menggantung di tepi tebing setinggi 200 kaki, deretan rumah-rumah ini hanya berjarak beberapa inci dari jurang.
Dinamakan 'rumah bunuh diri', penghuni rumah ini menolak untuk pindah meski tanah terus tergerus air.
Pemandangan drone menunjukkan deretan rumah warna-warni, yang secara lokal dikenal sebagai 'rumah bunuh diri', tempat tinggal yang dibangun di tepi tebing.
Rumah-rumah berbahaya tersebut sering digunakan sebagai kantor dukun Aymara, yang dikenal sebagai yatiris. Mereka menggunakan ruang di kamar berukuran kotak kecil ini untuk memberikan persembahan.
Janin llama kering dipajang untuk dijual sebagai bagian dari persembahan warga yang tinggal di 'rumah bunuh diri'.