Potret 10 Kota Hantu, Eh tapi Kok Cantik Ya?

Pulau seluas 16 hektar ini dulunya adalah kawasan pertambangan batubara bawah laut dari tahun 1887 hingga 1974. Meskipun penduduknya sudah pindah, bangunan-bangunan di pulau ini masih berdiri dan dianugerahi status Situs Warisan Sejarah UNESCO. architecturaldigest.com/Getty Images

Desa ini menjadi saksi pembantaian mengerikan pada 1944, di mana 642 penduduknya tewas dalam serangan pasukan Jerman. Desa ini diputuskan untuk dipertahankan sebagai tanda kenangan. architecturaldigest.com/Getty Images/Dennis Prezat

Kota ini dulunya adalah kota penambangan emas yang ramai selama Demam Emas. Kini, bangunan-bangunan dan jalan-jalan yang terbengkalai menjadikannya contoh nyata dari kota hantu. Architectural Digest/Getty Images/Katie Plies
Terletak di provinsi Matera, kota ini dulunya ramai hingga migrasi besar-besaran ke Amerika Utara dan bencana alam membuatnya menjadi kota mati. Architectural Digest/Getty Images/Federica Gentile
Kota ini ditinggalkan setelah perang saudara pada 2011, meninggalkan hanya 250 tenda sebagai penghuni. Architecural Digest/Getty Images/Karimphoto
Dulunya kota pertambangan nitrat kalium terbesar di dunia, kini ditinggalkan dan dianugerahi status Situs Warisan Sejarah UNESCO. Architectural Digest/Getty Images/Martin Bernetti
Kota ini kembali ke zaman Kekaisaran Mughal, namun terbengkalai selama empat abad terakhir. Architectural Digest/Getty Images/Fabio Lamanna
Dulunya destinasi wisata yang ramai, kota ini sekarang terlarang untuk dikunjungi karena invasi Turki pada 1974. Architectural Digest/Getty Images/Kypros
Pulau seluas 16 hektar ini dulunya adalah kawasan pertambangan batubara bawah laut dari tahun 1887 hingga 1974. Meskipun penduduknya sudah pindah, bangunan-bangunan di pulau ini masih berdiri dan dianugerahi status Situs Warisan Sejarah UNESCO. architecturaldigest.com/Getty Images
Desa ini menjadi saksi pembantaian mengerikan pada 1944, di mana 642 penduduknya tewas dalam serangan pasukan Jerman. Desa ini diputuskan untuk dipertahankan sebagai tanda kenangan. architecturaldigest.com/Getty Images/Dennis Prezat
Kota ini dulunya adalah kota penambangan emas yang ramai selama Demam Emas. Kini, bangunan-bangunan dan jalan-jalan yang terbengkalai menjadikannya contoh nyata dari kota hantu. Architectural Digest/Getty Images/Katie Plies
Terletak di provinsi Matera, kota ini dulunya ramai hingga migrasi besar-besaran ke Amerika Utara dan bencana alam membuatnya menjadi kota mati. Architectural Digest/Getty Images/Federica Gentile
Kota ini ditinggalkan setelah perang saudara pada 2011, meninggalkan hanya 250 tenda sebagai penghuni. Architecural Digest/Getty Images/Karimphoto
Dulunya kota pertambangan nitrat kalium terbesar di dunia, kini ditinggalkan dan dianugerahi status Situs Warisan Sejarah UNESCO. Architectural Digest/Getty Images/Martin Bernetti
Kota ini kembali ke zaman Kekaisaran Mughal, namun terbengkalai selama empat abad terakhir. Architectural Digest/Getty Images/Fabio Lamanna
Dulunya destinasi wisata yang ramai, kota ini sekarang terlarang untuk dikunjungi karena invasi Turki pada 1974. Architectural Digest/Getty Images/Kypros