Potret Rumah yang Dindingnya Terbuat dari Mainan Bekas

Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Studio arsitektur Wallmakers menggunakan kembali sekitar 6.200 mainan yang dibuang untuk membangun dinding Toy Storey, sebuah rumah melingkar di Kerala, India. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Toy Storey memiliki dinding berlubang dan melengkung yang terdiri dari blok tanah yang distabilkan, ubin Mangalore dan mainan, yang dirancang untuk menarik cahaya dan memungkinkan sirkulasi udara di dalam rumah. Sebuah atap ferosemen berada di atasnya. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Di dalam, lantai pertama rumah ini dibagi menjadi segmen umum dan pribadi. Bagian umum ditandai dengan ruang tamu yang besar, sementara bagian pribadi terdiri dari dapur terbuka dan ruang makan yang diapit oleh kamar tidur. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Tampak dindingnya yang melengkung yang dimasuki cahaya matahari. Di ruangan ini juga tampak meja dan kursi yang bisa digunakan untuk makan bersama atau sekadar bersantai. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Layar shoji bergaya Jepang digunakan sebagai partisi di seluruh interior untuk memungkinkan cahaya masuk ke setiap ruang dan konektivitas antara area pribadi dan publik.

Kondisi tanah di lokasi memungkinkan penambahan basement terpisah yang terdiri dari perpustakaan dan kamar tidur, yang dapat diakses dari lantai atas melalui tangga utama. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Ini wujud dinding yang terbuat dari mainan. Hunian tersebut memakai mainan yang dibuang di daerah Kerala yang tidak cocok untuk digunakan kembali. Mainan itu dijadikan sebagai komponen struktural dan dekorasi di dinding luar. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Studio arsitektur Wallmakers menggunakan kembali sekitar 6.200 mainan yang dibuang untuk membangun dinding Toy Storey, sebuah rumah melingkar di Kerala, India. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Toy Storey memiliki dinding berlubang dan melengkung yang terdiri dari blok tanah yang distabilkan, ubin Mangalore dan mainan, yang dirancang untuk menarik cahaya dan memungkinkan sirkulasi udara di dalam rumah. Sebuah atap ferosemen berada di atasnya. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Di dalam, lantai pertama rumah ini dibagi menjadi segmen umum dan pribadi. Bagian umum ditandai dengan ruang tamu yang besar, sementara bagian pribadi terdiri dari dapur terbuka dan ruang makan yang diapit oleh kamar tidur. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Tampak dindingnya yang melengkung yang dimasuki cahaya matahari. Di ruangan ini juga tampak meja dan kursi yang bisa digunakan untuk makan bersama atau sekadar bersantai. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Layar shoji bergaya Jepang digunakan sebagai partisi di seluruh interior untuk memungkinkan cahaya masuk ke setiap ruang dan konektivitas antara area pribadi dan publik.Kondisi tanah di lokasi memungkinkan penambahan basement terpisah yang terdiri dari perpustakaan dan kamar tidur, yang dapat diakses dari lantai atas melalui tangga utama. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen
Ini wujud dinding yang terbuat dari mainan. Hunian tersebut memakai mainan yang dibuang di daerah Kerala yang tidak cocok untuk digunakan kembali. Mainan itu dijadikan sebagai komponen struktural dan dekorasi di dinding luar. Foto: Syam Sreesylam dan Althaf Rasheed via Dezeen