Tanah Gereja Nyaris Raib, Mafia Tanah Palsukan Tanda Tangan Orang Meninggal

Tanah Gereja Nyaris Raib, Mafia Tanah Palsukan Tanda Tangan Orang Meninggal

Danang Sugianto - detikProperti
Kamis, 06 Agu 2026 09:15 WIB
Ilustrasi surat tanah
Ilustrasi (Foto: Freepik/jcomp)
Jakarta -

Sebuah gereja di North Carolina, Amerika Serikat, nyaris kehilangan tanah yang telah dipersiapkan selama hampir dua dekade untuk pembangunan rumah ibadah. Lahan tersebut diam-diam dijual oleh pelaku penipuan dengan menggunakan tanda tangan ibu pemilik yang telah meninggal dunia.

Mengutip New York Post, Kamis (6/8/2026), tanah itu dibeli keluarga Timothy Peppers sejak 1960-an dan direncanakan menjadi lokasi baru West Saint Mark Church of Christ di Chapel Hill. Sejak 2005, keluarga tersebut mulai mempersiapkan pembangunan gereja di atas lahan tersebut.

"Sejak 2005 kami terus mempersiapkan lahan ini untuk membangun gedung gereja," ujar Timothy Peppers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana tersebut mendadak terhenti ketika Peppers menerima surat dari sebuah firma hukum yang menyatakan mereka ditunjuk untuk mengurus penjualan tanah miliknya. Padahal, ia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan maupun mengetahui adanya transaksi tersebut.

Setelah memeriksa dokumen, Peppers menemukan bahwa tanah itu ternyata sudah berpindah kepemilikan pada 17 April dengan nilai transaksi sekitar US$ 110.000.

ADVERTISEMENT

Yang membuatnya semakin terkejut, dokumen penjualan tersebut mencantumkan tanda tangan ibunya, Molly Peppers, yang telah meninggal dunia pada 2021. "Itu bukan tanda tangan saya, dan ibu saya sudah meninggal," katanya.

Peppers mengaku sempat panik setelah mengetahui lahannya telah dijual tanpa sepengetahuannya.

"Saya benar-benar syok dan tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya panik ketika mengetahui tanah kita ternyata sudah dijual," ujarnya.

Firma hukum yang menangani transaksi tersebut kemudian mengakui proses penjualan seharusnya tidak pernah terjadi. Mereka menyebut klien mereka juga menjadi korban setelah ditipu seseorang yang menyamar sebagai Timothy Peppers.

Transaksi itu akhirnya dibatalkan dan sertifikat tanah dikembalikan kepada pemilik sah. Peppers mengatakan akibatnya bisa jauh lebih besar apabila penipuan tersebut baru diketahui setelah proses pembangunan dimulai.

"Saya membayangkan betapa rumitnya kalau kami sudah mengurus izin membangun, lalu tiba-tiba ada orang datang mengaku sebagai pemilik tanah," katanya.

Kini, rencana pembangunan gereja kembali dilanjutkan. Kawasan tersebut akan dibangun lengkap dengan area parkir di bagian depan dan gedung gereja di bagian belakang lahan.

Kasus serupa ternyata juga terjadi di wilayah lain di North Carolina. Menurut New York Post, FBI telah mengeluarkan peringatan mengenai maraknya pelaku yang mencuri identitas pemilik tanah untuk menjual properti secara ilegal.

Pelaku biasanya mengincar tanah kosong yang jarang dikunjungi pemiliknya. Modusnya adalah menyamar sebagai pemilik sah, memalsukan dokumen, lalu menyelesaikan proses penjualan sebelum korban menyadarinya.

Peppers berharap pengalamannya menjadi pengingat bagi pemilik tanah agar rutin memeriksa status kepemilikan aset mereka.

"Kita harus terus mengingatkan masyarakat. Selalu periksa status properti Anda," ujarnya.

Di Amerika Serikat, FBI juga menyarankan pemilik tanah mendaftarkan notifikasi perubahan data properti, rutin memantau catatan kepemilikan, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads