Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan. Proyek pembangunan helipad baru di halaman selatan Gedung Putih (South Lawn) dilaporkan mengalami perubahan sehingga sebagian konstruksi yang sudah terpasang justru dibongkar kembali.
Mengutip CNN, Rabu (5/8/2026), para pekerja sebelumnya memasang huruf-huruf bertuliskan "Seal of the President of the United States" mengelilingi landasan helikopter berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 30 meter. Namun, beberapa hari kemudian seluruh huruf tersebut terlihat dilepas.
Gedung Putih tidak menjelaskan secara rinci alasan perubahan tersebut. Seorang pejabat hanya mengatakan proyek masih terus disempurnakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus melakukan penyempurnaan dan penyesuaian sebagai bagian dari proyek yang sedang berjalan agar sesuai dengan kebutuhan Gedung Putih," ujar pejabat Gedung Putih
Dibangun karena Rumput Rusak
Gedung Putih selama ini tidak memiliki helipad permanen. Pembangunan landasan baru dilakukan setelah helikopter kepresidenan terbaru, VH-92A Patriot, disebut merusak rumput South Lawn saat uji coba pendaratan karena semburan mesin yang sangat kuat.
Trump sebelumnya mengatakan helipad tersebut akan menggunakan material granit pahatan (carved granite). Pembangunan dimulai tak lama setelah acara UFC yang digelar di halaman belakang Gedung Putih pada Juni lalu. Trump juga menyebut nilai proyek itu mencapai sekitar US$ 5 juta hingga US$ 6 juta atau sekitar Rp 89-107 miliar (kurs Rp 17.900).
Menurut Trump, seluruh biaya pembangunan akan ditanggung oleh Lockheed Martin, induk perusahaan Sikorsky Aircraft yang memproduksi helikopter VH-92A Patriot. Namun hingga kini belum diketahui apakah perubahan desain tersebut akan menambah biaya proyek.
Lockheed Martin menolak memberikan komentar dan meminta pertanyaan mengenai proyek tersebut diarahkan kepada Gedung Putih.
Jadi Bagian dari Warisan Trump
Sebagai mantan pengembang properti, Trump disebut terlibat langsung dalam berbagai detail pembangunan di kawasan Gedung Putih. Helipad tersebut merupakan salah satu dari lebih dari selusin proyek pembangunan dan renovasi yang ingin diwujudkan Trump di Washington DC.
Sejumlah proyek lain yang pernah diusulkan antara lain pembangunan ballroom seluas sekitar 8.400 meter persegi di Gedung Putih, renovasi besar-besaran Kennedy Center, hingga pembangunan gerbang kemenangan di salah satu bundaran ibu kota.
Namun, sebagian proyek tersebut menghadapi tantangan hukum dan menuai kritik publik. Survei CNN yang dirilis pekan lalu menunjukkan 58% warga Amerika Serikat mengaku tidak puas atau marah terhadap berbagai proyek pembangunan yang dijalankan Trump di Washington DC.
Meski demikian, Gedung Putih menilai pembangunan helipad merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan presiden sekaligus melindungi halaman selatan Gedung Putih.
"Selama bertahun-tahun, Gedung Putih membutuhkan helipad yang layak agar presiden dapat mendarat dengan aman sekaligus melindungi rumput indah South Lawn dari semburan gas buang Marine One," kata juru bicara Gedung Putih Davis Ingle.
