Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendapat rumah pensiun di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Rumah tersebut telah dibangun sejak 2024.
Ternyata pembangunan rumah pensiun ini memberikan efek baik bagi kawasan Colomadu. Menurut Ketua Realestat Indonesia (REI) Komisariat Surakarta Oma Nuryanto nilai tanah di sana telah tembus hingga Rp 9 juta per meter persegi saat ini.
"Memang karena Pak Jokowi juga Presiden atau mantan Presiden juga akan mendongkrak harga tanah di sekitaran Colomadu," kata Oma kepada detikcom pada Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula diperkirakan nilai tanah di sana Rp 5 juta per meter persegi. Dalam dua tahun nilainya meningkat hingga Rp 7-9 juta per meter persegi. Dengan ini, Colomadu termasuk salah satu kecamatan dengan nilai tanah tertinggi di Karanganyar.
"Kurang lebih ya karena tergantung luas tanah juga. Yang sekarang ya range (sekitar) Rp 9 juta sampai Rp 7 sampai Rp 8 juta. Tergantung luas tanahnya juga. (Semakin luas?) Semakin murah karena luasan 500 meter persegi sama 2.000 meter persegi otomatis lebih mahal yang kecil," jelasnya.
Selain karena rumah pensiun, penyebab harga tanah di Colomadu naik adalah Jalan Adipati yang sudah terhubung ke jalan tol dan Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC).
Colomadu Jadi Kawasan Elite
Oma mengklaim saat ini Colomadu sudah berkembang menjadi kawasan elite seperti Surabaya. Di mana harga rumah di kawasan ini sudah tembus Rp 1 miliaran. Tipe rumahnya terdiri dari dua lantai dengan luas lahan ratusan meter persegi. Kawasan ini juga laris manis dipilih para pejabat untuk membangun hunian pribadi.
"Ini kawasan elite ya, kawasan premium," kata Oma kepada detikcom pada Selasa (2/6/2026).
Lahan di sekitar rumah Jokowi saat ini juga tinggi peminatnya. Namun, lahan tersebut diperuntukkan sebagai area komersial.
"Komersil. Ada hotel, ada ruko, ada restoran. Banyak sih," sebutnya.
Oma menambahkan tidak ada rumah subsidi di Kecamatan Colomadu karena tanahnya sudah cukup mahal. Perumahan subsidi yang paling dekat dengan Colomadu berada di Boyolali.
Sementara itu, berdasarkan catatan detikJateng pada Oktober 2025, progres pembangunan rumah pensiun Jokowi di Colomadu, Karanganyar sudah tampak fisiknya setelah setahun dibangun. Terlihat dari bagian atap bangunan sudah tampak dari luar area pembangunan. Pada halaman depan terlihat banyak tanaman berbunga dan pohon yang tampak asri.
Pada bagian belakang, terlihat bangunan dua lantai. Rumah tersebut sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan. Terlihat atap sudah terpasang pada bangunan berbentuk L tersebut.
Kades Blulukan, Slamet Wiyono, mengungkapkan pembangunan rumah pensiun Jokowi sudah mencapai sekitar 95 persen. Saat ini para pekerja sedang masuk tahap finishing.
"Yang jelas aktivitas masih berlangsung untuk finishing mungkin sudah mencapai 90-95 persen. Belum tahu kapan selesai," katanya dihubungi awak media, seperti yang dikutip pada Rabu (22/10/2025).
Rumah pensiun tersebut mulai dibangun sejak Juli 2024 lalu di lahan luas 12.000 meter persegi. Semula luas rumah tersebut 9.000 meter persegi, kemudian bertambah menjadi 12.000 meter persegi.
"Ada penambahan karena masih sisa satu patok. Merasa mungkin dari pada satu nanti tidak ada yang garap mungkin ya sekalian saja," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama Kamis (27/6/2024).
Ia menjelaskan luas lahan telah sesuai dengan pagu anggaran. Besaran anggarannya diatur dalam Permenkeu 120/PMK.06/2022 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan, dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden RI.
(aqi/das)










































