Sebuah video menghebohkan warganet karena menunjukkan kondisi kontrakan yang kotor dan sangat menjijikkan. Pemilik kontrakan menemukan kontrakan yang selama ini disewakan terdapat banyak bangkai kucing.
Dilihat dari video itu, rumah kontrakan tampak sangat kotor dan berantakan. Barang-barang berserakan, dipenuhi kemasan makan kucing, litter box, galon, kandang, hingga ember.
Permukaan lantai tertutup kotoran berwarna cokelat sampai tak tampak ubinnya. Lantai juga terdapat rontokan rambut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Narasi dalam video mengira ada bulu-bulu kucing di kontrakan. Lalu, ada kucing mati meski terdapat makanan.
"Tapi banyak makanan kucing kok bisa pada mati ya? Ini apaan nih kayak gini?" ucap narasi dalam video, dikutip Senin (11/5/2026).
Penemuan 20 Lebih Bangkai Kucing
Pemilik kontrakan, Trya, menjelaskan awalnya sang suami hendak membersihkan kontrakan. Suaminya menemukan bangkai kucing di setiap ruangan, termasuk kamar mandi, kamar tidur, loteng, dan dapur.
Saking banyaknya, jumlah bangkai sudah tak terhitung. Ia memperkirakan ada lebih dari 20 kucing.
"(Jumlah bangkai) susah dihitung. Kalau misalnya mau diperkirakan, setiap kamar, setiap area ada. Itu 20 kucing lebih, belum di atas (loteng)," kata Trya kepada detikProperti, Minggu (10/5/2026).
Bangkai kucing itu sudah tinggal tulang dan kulit berbulu. Trya juga sempat melihat sendiri ada sejumlah tengkorak kucing.
Kronologi Terungkapnya Kontrakan Banyak Bangkai Kucing
Trya menceritakan awalnya sang suami yang pertama bertemu dan menerima penyewa baru yang merupakan seorang perempuan. Sejak awal, penyewa sudah izin ingin memelihara kucing. Menurutnya, penyewa tersebut awalnya memiliki dua kucing.
Penyewa sudah tinggal di kontrakan tersebut sekitar satu tahun. Namun, penyewa kerap menunda bayar uang sewa dengan berbagai alasan.
Trya merasa sudah hilang kepercayaan dan tidak ingin melanjutkan sewa kontrakan kepada penyewa itu lagi. Pada November 2025 lalu, ia meminta penyewa untuk pindah sebelum Desember dengan alasan rumah rencananya akan ditempati oleh sang ibu.
"Mulailah ada masalah yang bayarnya susah, terus beberapa kali aku kayak ngerasa dibohongin, ada aja alasannya. Aku (pikir) 'Ini orang kok nggak bener'. Akhirnya saat bulan November, aku minta sama suami aku 'Udah deh, cut aja bulan depan' karena aku udah nggak percaya lagi sama orang ini," jelasnya.
Penyewa akhirnya pindah rumah tetapi masih meninggalkan barang-barang serta terus menunda untuk membereskannya. Kontrakan tak kunjung dikosongkan meski sudah diperingatkan Trya berkali-kali.
Memasuki April, penyewa tak bisa dihubungi, telepon dan pesan tak direspon. Trya dan suaminya pun memutuskan kontrakan akan dibuka dan dibersihkan.
Penyewa Akan Diseret ke Ranah Hukum
Trya mengatakan seorang pemilik mini shelter kucing menghubungi dirinya usai mengunggah video ke media sosial. Penggiat kucing itu tak terima ada banyak kucing mati di kontrakan tersebut.
"Pas aku upload, dia pemilik mini shelter ngomong 'Gimana kakak, aku nggak terima nih harus dipermasalahin'," kata Trya.
Ia sendiri tak ingin berurusan lagi dengan penyewa sehingga menyerahkan kasus kematian kucing itu kepada pemilik shelter kucing. Penggiat kucing itu akan melaporkan penyewa ke polisi karena diduga menyebabkan banyak kucing mati.
"Pemilik mini-shelter ini pengin mempermasalahkan sampai dia ke Kepolisian. Karena jujur aja, kita nggak terima ngeliat kucing begitu," ujarnya.
Gelagat Mencurigakan Penyewa Kontrakan
Menurut Trya, penyewa sudah menunjukkan gelagat mencurigakan selama tinggal di kontrakan. Penyewa yang seorang perempuan sudah ngontrak sekitar satu tahun. Selama itu, ia kerap menunggak bayar uang sewa dengan berbagai alasan.
Selain itu, dia merasa penyewa tampak seakan menutupi sesuatu di rumahnya. Setiap kali ia datang untuk menagih uang sewa, penyewa bergegas keluar gerbang dan menutup akses gerbang dengan tubuhnya.
"Dia tuh yang kayak langsung buru-buru keluar, tutup gerbang di belakang. Aku nggak bisa masuk. Jadi aku nunggu di luar ya," ujarnya.
Kemudian, ia sempat mendapatkan informasi dari tetangga bahwa penyewa sering kali tidur di luar rumah. Terdapat kasur dan obat nyamuk di luar rumah.
(dhw/das)










































