Jika biasanya sebuah desa dibangun dengan banyak jalan dan alamat yang tersebar, hal itu tak berlaku di desa ini. Adalah Sułoszowa, sebuah desa unik di Polandia yang seluruh permukimannya membentang rapi di sepanjang satu ruas jalan utama.
Rumah-rumah penduduk berdiri berderet di dua sisi jalan, menciptakan pemandangan yang tak biasa sekaligus memukau. Hamparan ladang hijau dan kuning turut membentang rapi di belakang rumah-rumah yang berderet.
Sekilas desa ini tampak seperti pedesaan pada umumnya. Namun yang membuatnya unik adalah tata ruang desa dibuat memanjang. Seluruh aktivitas penduduknya berlangsung di satu ruas jalan sepanjang sekitar 9 kilometer. Rumah tinggal, toko, layanan publik, hingga tempat usaha berada di jalur yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Sun, desa ini terletak di Kabupaten Krakow, Provinsi Polandia. Letaknya sejauh 29 kilometer dari ibu kota wilayah tersebut. Selain unik karena tata ruangnya, rumah-rumah di desa ini juga unik karena atap rumah dibuat berwarna merah dan biru berjajar rapi di tengah hamparan ladang pedesaan yang subur.
Foto Desa Suloszowa yang diambil melalui drone juga sempat viral di media sosial beberapa tahun belakangan. Foto tersebut memperlihatkan pola desa yang disebut padat memanjang. Jalan utama membelah hamparan ladang pertanian di sisi kanan dan kiri. Petak-petak sawah dan ladang menciptakan corak yang memukau.
Sejarah Desa Dibangun untuk Kebutuhan Agraris
Desa Suloszowa bukanlah sengaja dibangun memanjang untuk sekadar menarik perhatian. Catatan sejarah menunjukkan desa ini telah dikenal sejak awal abad ke-14. Berdasarkan laporan dari Nice News, nama Suloszowa telah tercatat dalam dokumen tanah bertanggal 25 Januari 1315.
Pada masa lalu, desa ini berkembang mengikuti kebutuhan masyarakatnya yang agraris. Desa dibuat memanjang dengan satu jalan utama ditujukan akses jalan lebih mudah. Pola permukiman dengan bangunan rumah yang berdiri di kedua sisi jalan dibuat untuk mempermudah mobilisasi dan distribusi hasil pertanian antar warga.
Desa ini didirikan pada abad ke 16 oleh seorang dari kalangan bangsawan yang berprofesi sebagai perwira militer.
Warga lokal sekaligus anggota dewan setempat, Katarzyna Bieda, menjelaskan bahwa konsep desa linier ini lahir dari kebiasaan hidup masyarakat tempo dulu, Menurutnya, dahulu warga lebih mudah beraktifitas jika tinggal berdekatan dan rumahnya berada di jalur utama. Dengan itu desa ini menciptakan pola tersebut yang tetap dipertahankan hingga kini.
Desa ini termasuk desa yang terisolasi dari desa-desa lain. Meskipun begitu, desa ini telah dihuni oleh 6 ribu penduduk. Seluruh penduduknya beraktivitas dengan melintasi satu jalan utama, yang juga disebut sebagai salah satu jalan terpanjang di Polandia.
Selain keunikan rumah-rumah di desa ini yang posisinya berjajar di satu jalan, tetapi juga karena keterkaitannya dengan lahan pertanian di belakang rumah. Hampir setiap rumah di desa ini memiliki ladang berupa petak lahan yang memanjang dan digunakan untuk bercocok tanam ataupun beternak.
Dari jalan utama, rumah-rumah tampak sederhana dengan atap warna merah dan biru. Namun di bagian belakang, lahan-lahan milik warga membentuk pola alami yang cantik dan berubah warna menyesuaikan musim tanam.
Kondisi ini membuat Desa Suloszowa sering dijuluki 'Little Tuscany'. Selain permukiman yang menyebar di satu jalur, keindahan visual juga membuat desa ini menjadi daya tarik tersendiri.
Kini, lanskap uniknya ini menjadi bukti bahwa tata ruang sederhana bisa menciptakan identitas khas bagi wilayah itu. Di tengah tren hunian modern yang terus berkembang, desa ini justru menunjukkan bahwa desa yang dibangun dari tradisi lama juga mampu memikat perhatian dunia.
(zlf/zlf)











































