Sebuah instalasi patung berbentuk singgasana raja dengan toilet emas dipasang di National Mall, Washington DC. Patung itu dibuat sebagai sindiran pedas terhadap proyek renovasi Gedung Putih yang dilakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Patung itu dirancang menyerupai marmer dan emas, dengan bentuk kursi tahta raja yang tidak biasa karena menggunakan toilet sebagai tempat duduknya. Secara terang-terangan patung ini menyindir ke arah renovasi Gedung Putih yang dinilai terlalu mewah dan simbolik.
Instalasi ini juga dilengkapi plakat bertuliskan 'Singgasana yang Layak untuk Seorang Raja'. Dilansir dari Reuters, Selasa (31/3/2026), pesan pada plakat tersebut secara langsung mengkritik pemerintahan Trump di tengah kondisi global yang penuh tekanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
A statue featuring a large golden toilet, titled "A Throne Fit for a King," is displayed near the Lincoln Memorial on the National Mall in Washington, D.C., U.S., March 30, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein |
"Di masa perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, konflik yang meningkat, dan gejolak ekonomi, Presiden Trump fokus pada apa yang benar-benar penting: merenovasi kamar mandi Lincoln di Gedung Putih," isi sindiran tertulis dalam plakat tersebut, dikutip dari Reuters.
Sindiran tersebut berlanjut dengan kalimat ironi yang turut menyoroti kebijakan estetika Trump dalam renovasi bangunan pemerintahan.
"Ini berdiri sebagai penghormatan kepada seorang visioner yang teguh yang melihat ke bawah, melihat masalah, dan mengecatnya dengan warna emas," isi sindiran lainnya.
Renovasi yang dilakukan Trump tidak hanya terbatas pada kamar mandi di dekat Kamar Tidur Lincoln. Ia juga disebut menambahkan ornamen emas di Ruang Oval saat melakukan perubahan besar pada kompleks Gedung Putih.
Seperti diketahui, proyek renovasi yang dilakukan Trump, mencakup pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih untuk pembangunan ballroom. Bahkan, Trump dilaporkan memiliki rencana untuk mengembangkan kembali Kennedy Center sebagai bagian dari transformasi kawasan ibu kota.
Pihak Gedung Putih membela proyek renovasi tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan memperindah bangunan bersejarah tersebut sekaligus kawasan Washington secara keseluruhan. Alih-alih didukung, banyak pihak menilai bahwa proyek renovasi terlalu dilebih-lebihkan dengan perbaikan yang terlalu mewah dan dianggap kurang penting.
Instalasi patung 'Singgsana Toilet' di dekat Linocln Memorial ini merupakan salah satu bentuk protes terhadap kebijakan renovasi yang dilakukan oleh Trump. Elemen ini memperkuat pesan simbolik sekaligus mempertegas sindiran terhadap figur dan kebijakan Trump.
A statue featuring a large golden toilet, titled "A Throne Fit for a King," is displayed near the Lincoln Memorial on the National Mall in Washington, D.C., U.S., March 30, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein |
Selain kalimat sindiran pada plakat, patung itu juga dilengkapi detail tambahan berupa gulungan tisu toilet dengan tulisan 'The Secret Handshake '. Sebuah kelompok bernama 'Secret Handshake' mengaku bertanggung jawab atas karya tersebut. Kelompok ini sebelumnya juga dikaitkan dengan patung lain yang menggambarkan Trump bersama mendiang Jeffrey Epstein.
Sementara itu, National Park Service selaku pengelola National Mall belum memberikan komentar resmi terkait pemasangan instalasi tersebut. Hingga kini, patung satir tersebut terus menjadi sorotan publik sebagai kritik visual terhadap proyek renovasi mewah di pusat pemerintahan Amerika Serikat.
(das/das)












































