Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia berhasil mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025. Bali menjadi salah satu provinsi tujuan yang ramai didatangi.
Ramainya Bali dengan wisatawan ini bukan hanya berpengaruh pada sektor ekonomi pariwisata dan hiburannya saja. Sektor properti juga tak kalah menarik. Sebab, properti seperti vila, hotel, penginapan, hingga rumah merupakan komponen wajib yang ada di daerah wisata.
Hal ini yang menarik banyak investor baik lokal maupun luar datang ke Bali untuk mengembangkan properti di sana. Salah satunya adalah Seven Sky Villas yang biasa berfokus pada pengembangan hunian dan villa berlayanan di kawasan wisata utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seven Sky Villas saat ini tengah mengembangkan proyek OctaSun Residence di Bali Selatan. Proyek ini berbentuk kompleks eksklusif yang konsep berpagar (cluster) dengan 26 villa premium dengan infrastruktur setara hotel bintang lima.
Fasilitasnya meliputi pusat layanan spa, area kebugaran (fitness area), co-working space, concierge service, yang dikelola oleh manajemen profesional. Co-Founder Seven Sky Villas Dormidonov Alexander Yurievich mengatakan properti di sini memadukan konsep pengalaman hidup yang berorientasi gaya hidup dengan instrumen investasi.
Alasan mereka berfokus pada hunian vila karena pengembang dan perusahaan manajemen properti melaporkan pengembalian tahunan (annual returns) dari properti di Bali dapat mencapai sekitar 12-15 persen, dengan tingkat hunian villa rata-rata diproyeksikan sebesar 76-78 persen. Selama musim puncak (peak season), tingkat hunian bahkan dapat melonjak hingga lebih dari 85-90 persen, indikator yang jelas dari permintaan sewa yang berkelanjutan
Yang menambah daya tarik investasi properti di Bali adalah apresiasi nilai properti selama fase konstruksi. Di beberapa proyek, kapitalisasi dapat meningkat sebesar 25-30 persen sebelum penyelesaian. Dalam kata lain periode pengembalian rata-rata hanya sekitar 6-7 tahun.
"Tren ini memunculkan jenis proyek pengembangan baru yang dirancang bukan hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga dengan memperhatikan pengembalian investasi, layanan premium, dan manajemen profesional," jelas Dormidonov dalam keterangan tertulis, seperti yang dikutip detikcom pada Selasa (31/3/2026).










































