Pembangunan hunian vertikal yang dicanangkan oleh PT KAI tidak hanya dilakukan di Stasiun Manggarai saja, melainkan ada di empat kota lainnya. Salah satunya di Bandung, tepatnya di Stasiun Kiaracondong (Kircon).
Pembangunan hunian vertikal ini dilakukan secara serentak yaitu di Jakarta Selatan, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Lahan yang digunakan adalah milik PT KAI.
"Pada acara ini juga kita akan pencanangan di 3 lokasi lainnya, yaitu di Bandung, di Stasiun Kiaracondong. Itu nantinya akan menempati lahan sebesar 7.600 meter persegi dengan total hunian 753 unit hunian yang terdiri dari 2 tower," ungkap Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk di Stasiun Manggarai akan menggunakan lahan 2,2 hektare untuk membangun 2 tower hunian vertikal. Totalnya 2.200 unit yang terdiri tipe 45 dan tipe 52. Harga huniannya, untuk tipe 45 Rp 500 juta dan tipe 52 Rp 600 juta.
Lalu untuk di Semarang, akan dibangun di Jalan dr. Kariadi, di atas lahan 1,2 hektare yang akan dibangun pada 2 tower yang terdiri dari 42 lantai dengan total hunian 1.042 unit. Sementara itu, di Surabaya akan dibangun di area Stasiun Gubeng, 1.489 unit, 2 tower, dan akan dibangun di atas 1,42 hektare.
Di sisi lain, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengaku kaget ketika mendengar pembangunan hunian vertikal dilakukan serentak di 4 kota.
"Dan terus terang saja saya kaget bahwa, saya sungguh kaget bahwa serentak ada empat ya. Empat lokasi, Semarang, Bandung, dan Surabaya. Ini luar biasa," kata Hashim saat memberikan kata sambutan.
Lebih lanjut, Hashim menuturkan karena ketersediaan lahan di tengah kota cukup jarang, sebaiknya hunian vertikal di Stasiun Manggarai itu dibangun 24 lantai alih-alih 12 lantai. Ia mencontohkan seperti hunian vertikal di Meikarta yang dibangun sekitar 20-24 lantai dan di Kampung Bandan yang dibangun 24 lantai.
"Jadi saya kira kalau bisa, Pak, arsitek dan semuanya itu diarahkan lagi untuk bikin lebih lagi. Saya kira dari 2.200 unit, dengan 24 lantai mungkin bisa lipat ganda," tutupnya.
(abr/das)










































