Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pemerintah berencana untuk membangun satu tower rumah susun (rusun) untuk prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di daerah Jawa Timur (Jatim). Pembangunan akan menggunakan APBN dan desain bangunan masih digodok.
Ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri PKP, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Dirjen Perumahan dan Perkotaan Sri Haryati, Jumat (20/2/2026).
"Hari ini kami menyepakati akan membangun satu rumah susun untuk prajurit TNI Angkatan Laut di daerah Jawa Timur. Kita juga akan menyiapkan program-program untuk renovasi rumah dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya)," ujar Ara dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pembangunan satu tower rusun itu dilakukan tahun ini. Ara mengatakan, tim survei akan segera turun lapangan untuk finalisasi lokasi dan desain bangunan.
"Saya minta warnanya khas Angkatan Laut supaya terlihat bagus dan membangkitkan semangat. Anggarannya sudah kita siapkan dari APBN," ungkapnya.
Tak hanya bangun rusun, Ara juga akan mendorong akses prajurit terhadap program rumah subsidi. Ia menjelaskan bahwa prajurit aktif, terutama golongan bintara dan tamtama, dapat memanfaatkan program KPR bersubsidi dengan suku bunga 5 persen, uang muka 1 persen, dan tenor hingga tenor 20 tahun.
Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan lokasi pembangunan rusun akan berada dekat dengan Surabaya, mengingat kota tersebut merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut di Indonesia dan memiliki banyak satuan aktif maupun purnawirawan.
"Rencananya akan dibangun di dekat Surabaya karena di sana merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut. Banyak prajurit aktif dan purnawirawan berdinas di sana. Selain itu, lahannya juga sudah siap dan merupakan milik kami," jelasnya
Di sisi lain, Dirjen Perumahan dan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menambahkan bahwa saat ini masih dalam tahap rencana alokasi penganggaran, di mana terdapat dua alternatif, yaitu bangunan 3 lantai dengan nilai sekitar Rp 28-32 miliar dan bangunan 4 lantai senilai sekitar Rp 43 miliar.
Rusun untuk TNI AL atau Wisma Arunika dirancang dalam dua tipe bangunan, yakni bangunan 3 lantai dan 4 lantai, dengan total luas lahan minimal mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Untuk bangunan tiga lantai, luas total bangunan mencapai 2.767,68 meter persegi dengan 44 unit hunian yang dapat menampung hingga 176 personel. Sementara itu, tipe empat lantai memiliki luas bangunan 3.674,79 meter persegi, terdiri dari 60 unit hunian, dan mampu menampung 240 personel.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(abr/dhw)











































