Dunia properti sudah merambah ke berbagai sektor, bukan sekadar rumah dan apartemen saja. Kini ada istilah retirement village atau senior living, yakni konsep hunian baru bagi pensiunan.
Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus mengungkap sektor properti baru yang berkembang secara internasional, yaitu living sector. Salah satu contohnya adalah pensiunan mencari tempat menghabiskan masa tua di negara lain, terutama Asia.
"Di masa tua mereka, mereka pengin cari tempat yang anget gitu. Makanya muncullah tren retirement village, senior living, di mana orang-orang barat itu mencari tempat di negara-negara Asia yang lebih anget," kata Anton dalam media briefing CBRE Indonesia soal pasar properti Q4 2025 di Jakarta Mori Tower, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan usia populasi yang semakin tua, berkembang konsep senior living. Dulu orang tua tinggal di rumah bersama keluarganya, tetapi sekarang ada yang memilih hidup sendirian.
Tren ini muncul terutama di negara-negara barat. Pensiunan dari Eropa, Amerika, bahkan Australia mencari tempat tinggal di Asia. Tempat tinggal mereka dinamakan retirement village atau senior living.
Sektor-sektor baru seperti ini merupakan alternatif aset di bidang properti. Bahkan, sekarang ada istilah 'new economy in property sector'.
"New Economy in Property Sector itu adalah sektor-sektor yang berkembang sesuai dengan kondisi zaman dan ekonomi yang berkembang sekarang ini," katanya.
Umumnya orang tahu hunian berupa rumah atau apartemen. Lalu, sektor properti konvensional atau 'old economy in properti sector' lainnya gedung kantor, pusat perbelanjaan, dan hotel.
Kini sudah ada sektor properti baru yang berkembang di dunia, bahkan mulai masuk di Indonesia. Sektor tersebut antara lain fasilitas di bidang kesehatan dan gudang modern.
Berdasarkan survei di kawasan Asia Pasifik, sektor properti dengan permintaan tertinggi adalah fasilitas kesehatan. Fasilitas itu termasuk life science dan medical office. Indonesia pun sudah mulai memiliki tipe properti ini.
Kemudian, peringkat kedua adalah real estate debt atau utang properti. Investor memandang utang real estate menjadi salah satu alternatif aset.
Data center juga kian diminati dan mulai dibangun secara global, termasuk di Indonesia. Anton menyebutkan riset-riset pabrik memproyeksikan pertumbuhan data center akan meningkat dengan cepat ke depannya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































