Daya Anagata Nusantara (Danantara) ikut membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ditargetkan 15.000 huntara akan dibangun dan rampung dalam 3 bulan.
Hal ini disampaikan oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dalam Rapat Koordinasi di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026
"Dan rencananya dalam waktu 3 bulan ke depan, insyaallah kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah," kata Rosan Roeslani seperti dikutip dari detikNews pada Jumat (2/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya 15.000 rumah akan dibangun di tiga provinsi terdampak bencana, di mana yang terbanyak berada di Aceh dengan total 12.000 unit. Sisanya, 2.000 unit di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara serta 500 unit di Sumatera Barat.
"Terbagi di tiga provinsi: Aceh kurang lebih 12 ribu unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit," ujarnya.
Rosan menyampaikan Pembangunan huntara dibangun di atas lahan milik PTPN yang telah melalui proses land clearing. Setiap unit akan dibuat seluas sekitar 4,5 x 4,5 meter atau setara kurang lebih 22 meter persegi.
Ia menyebut anggaran untuk pembangunan 15.000 unit huntara tersebut sekitar Rp 1 triliun dari kerja sama semua BUMN. "Kami pada saat ini sudah menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp 1 triliun," kata Rosan dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Di dalamnya sudah tersedia perabotan untuk rumah darurat yang pasti dibutuhkan oleh penghuninya, seperti kasur, lemari, kipas angin, kamar mandi, air bersih, listrik, hingga Wi-Fi gratis.
Sebanyak 600 hunian semetara (huntara) di Aceh Tamiang ditargetkan selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Dalam proses pembangunannya, proyek tersebut dikerjakan selama 24 jam dengan melibatkan 1.635 tenaga kerja. Ribuan pekerja itu berasal dari berbagai BUMN sebagai wujud kolaborasi dan percepatan penyelesaian pembangunan.
"Dan dalam proses pembangunan ini kita mempekerjakan 24 jam 1.635 orang yang terdiri dari pekerja BUMN Karya. Ada Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya," ujar Rosan.
(aqi/aqi)










































