Mengusung Arsitektur Jepang, Ini Detail Desain Kapel Taman Doa Our Lady of Akita

Mengusung Arsitektur Jepang, Ini Detail Desain Kapel Taman Doa Our Lady of Akita

ilham fikriansyah - detikProperti
Jumat, 26 Des 2025 12:00 WIB
Mengusung Arsitektur Jepang, Ini Detail Desain Kapel Taman Doa Our Lady of Akita
Kapel Taman Doa Our Lady of Akita di PIK 2. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom
Jakarta -

Taman Doa Our Lady of Akita merupakan salah satu taman doa terpopuler di sekitar Jakarta. Tidak hanya menjadi tempat untuk berdoa dan menenangkan diri, taman doa ini juga menjadi destinasi wisata baru yang sedang tren di PIK 2.

Bagaimana tidak, Taman Doa Our Lady of Akita mengusung gaya arsitektur khas Jepang. Terlihat dari desain kapel taman doa yang mengusung konsep rumah tradisional khas Jepang, memberikan kesan nyaman sekaligus terlihat estetis.

Tim detikProperti berkesempatan untuk mengunjungi langsung Taman Doa Our Lady of Atika pada Selasa, (23/12/2025) siang. Meski matahari sedang terik-teriknya, tapi banyak pengunjung yang datang untuk berdoa di kapel. Terlihat juga sejumlah rombongan keluarga berfoto-foto di depan kapel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat menginjakkan kaki di Taman Doa Our Lady of Akita, rasanya seperti bukan di Indonesia. Suasananya begitu tenang serta ditambah desain kapel yang khas seolah membawa kami berada di Negeri Sakura.

Usut punya usut, Taman Doa Our Lady of Akita memang terinspirasi dari salah satu gereja terkenal di Jepang, yaitu Gereja Seitai Hoshikai. Lokasinya berada di Kota Akita, Jepang.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari laman resmi Seitai Hoshikai, gereja tersebut dibangun dengan gaya arsitektur irimoya-juso dengan ciri khas atap berbentuk limas dan pelana bertingkat. Pembangunan kapel ini dikerjakan langsung oleh tukang kayu kuil Jepang (miyadaiku) dari Urano Domiya Kogei di Takasaki, Perfektur Gunma.

Gereja Seitai Hoshikai di Jepang.Gereja Seitai Hoshikai di Jepang. Foto: Dok. X @TheChurchInAsia

Uniknya, gereja ini dibangun menggunakan material kayu. Untuk menyambung antara fondasi kayu satu dengan lainnya tidak menggunakan paku logam, sehingga mengikuti bangunan kuil Jepang kuno.

Seluruh struktur dan desain bangunan Gereja Seitai Hoshikai terinspirasi dari kuil Shinto atau kuil Buddha Jepang. Meski begitu, bangunan ini tetap berfungsi sebagai kapel bagi umat Katolik untuk beribadah.

Di dalam kapel terdapat patung Bunda Maria Akita yang diletakkan di sisi kiri kapel. Sementara itu ada juga patung Santo Yosef yang berada di sebelah kanan bangunan.

Gereja Seitai Hoshikai dibangun selama tujuh tahun dan diresmikan pada 1 Mei 2002. Alasan pembangunan gereja dengan mengusung gaya tradisional adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat Jepang bahwa gereja Katolik bersifat universal, serta meyakinkan kepada masyarakat jika Yesus Kristus adalah penyelamat semua orang.

Terinspirasi dari kisah Patung Bunda Maria Akita yang meneteskan air mata hingga 101 kali, kemudian dibangun Taman Doa Our Lady of Akita di PIK 2. Bagian dalam kapel taman doa sengaja dibuat mirip seperti Gereja Seitai Hoshikai dengan menggunakan material kayu.

Taman Doa Our Lady of Akita merupakan taman doa yang terletak di PIK 2. Taman doa ini terkenal karena desain arsitekturnya yang mengusung gaya rumah tradisional khas Jepang.Taman Doa Our Lady of Akita. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Desain kapel Taman Doa Our Lady of Akita juga mengusung gaya arsitektur seperti Gereja Seitai Hoshikai. Desainnya yang unik ditambah penggunaan kayu pada materialnya membuat taman doa ini terasa hangat, nyaman, dan tampak estetik.

Di dalam kapel Taman Doa Our Lady of Akita juga terdapat patung Bunda Maria Akita dan Santo Yosef. Kedua patung kayu itu dipahat langsung oleh Ichiro Urano San, yakni seorang daiku atau disebut ahli kayu dari Jepang.

Menariknya lagi, proses pembuatan patung kayu itu menggunakan material kayu Katsura yang sama persis seperti di Gereja Seitai Hoshikai. Patung tersebut juga menjadi satu-satunya patung replika Bunda Maria Akita di dunia.

Jika penasaran melihat patung Bunda Maria Akita serta desain arsitektur kapel, detikers bisa datang langsung ke Taman Doa Our Lady of Akita di PIK 2. Disarankan datang saat sore menjelang malam karena cuaca cenderung lebih sejuk dan hiasan lampunya menambah keindahan kapel bergaya Jepang tersebut.

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads