Terdapat banyak taman doa yang tersebar di sekitar Jakarta. Namun, ada salah satu taman doa yang populer dan telah menarik perhatian banyak orang, yaitu Taman Doa Our Lady of Akita.
Diresmikan pada 16 Desember 2023, Taman Doa Our Lady of Akita tidak hanya digunakan sebagai tempat berdoa, refleksi, dan ziarah, tapi juga destinasi wisata yang sedang viral. Bagaimana tidak, pengunjung yang datang ke taman doa ini dibuat kagum dengan desain bangunannya yang begitu indah.
Tim detikProperti berkesempatan langsung untuk mengunjungi Taman Doa Our Lady of Akita yang dibuka untuk umum pada Selasa (23/12/2025) siang. Lokasinya sendiri berada di PIK 2, dekat dari La Riviera dan NICE (Nusantara International Convention Exhibition).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di sana, kami dibuat kagum dengan keindahan bangunan kapel yang mengusung gaya arsitektur khas rumah tradisional Jepang. Usut punya usut, desain bangunannya terinspirasi dari Gereja Seitai Hoshikai di Kota Akita, Jepang.
Bagian sisi luar kapel Taman Doa Our Lady of Akita. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Terdapat dua bangunan utama di Taman Doa Our Lady of Akita, satu berfungsi untuk tempat berdoa dan satunya lagi sebagai aula. Kedua bangunan ini mengusung gaya arsitektur khas Jepang yang terlihat dari penataan fasad berupa kombinasi aksen kotak-kotak.
Bagian atap bangunannya juga sangat kental sekali dengan nuansa Jepang. Atapnya mengusung desain rumah tradisional Jepang yang disebut kawara-yane. Kata 'Kawara' merupakan genteng dan 'Yane' berarti atap.
Menariknya, di dalam kapel Taman Doa Our Lady of Akita hampir seluruhnya terbuat dari material kayu, mulai dari lantai, langit-langit, hingga tiang struktur bangunan. Saat memasuki kapel, perhatian kami tertuju pada ukiran kayu bermotif daun dan buah-buahan yang semakin memperindah bangunan.
Ukiran bunga dan daun pada salah satu struktur kayu kapel. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Ketika kami datang, Taman Doa Our Lady of Akita sedang dilakukan proses dekorasi untuk menyambut Natal 2025. Beberapa pengunjung juga terlihat sedang berdoa di dalam kapel. Suasananya begitu hening dan tenang sehingga berdoa jadi lebih khusyuk.
Di dalam kapel terdapat bangku jemaat yang juga terbuat dari material kayu. Ada juga patung salib Yesus, meja altar, dan tabernakel. Desain interior kapel di Taman Doa Our Lady of Akita dibuat sama persis dengan Gereja Seitai Hoshikai.
Oh ya, jika detikers memasuki bagian dalam kapel diwajibkan untuk melepas alas kaki. Disediakan juga tempat menaruh sepatu dan sandal agar tidak berantakan.
Bagian dalam kapel Taman Doa Our Lady of Akita. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Di dalam kapel terdapat empat patung yang berdiri, dua patung di sisi kiri dan dua lagi di sisi kanan kapel. Dua patung di sisi kanan kapel merupakan patung kayu Bunda Maria Akita dan Santo Yosef.
Kedua patung kayu itu dipahat langsung oleh Ichiro Urano San, yakni seorang daiku atau disebut ahli kayu dari Jepang. Patung itu terbuat dari material kayu Katsura yang sama persis digunakan di Gereja Seitai Hoshikai, serta menjadi satu-satunya patung replika Bunda Maria Akita yang ada di dunia.
Sementara dua patung di sisi kiri kapel terbuat dari batu, yakni patung pengingat kepada Santo Antonius Padua dan Santo Peregrinus. Sedikit informasi, Santo Peregrinus merupakan Santo pelindung para penderita kanker dan penyakit yang sulit disembuhkan, sedangkan Santo Antonius Padua merupakan pelindung barang-barang yang hilang.
Halaman Taman Doa Our Lady of Akita yang Indah
Area taman di Taman Doa Our Lady of Akita. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Keindahan Taman Doa Our Lady of Akita tak hanya pada bagian kapel saja, tapi juga memiliki taman yang luas dan indah. Ada The Garden of Lamb, yakni 14 perhentian jalan salib dan patung Yesus Bangkit.
Terdapat juga The Garden of Mary, yakni kolam kecil dengan patung Bunda Maria Akita di tengahnya. Area ini kerap dijadikan tempat foto-foto dengan lanskap kapel Taman Doa Our Lady of Akita yang indah dan estetis.
Pada sisi kiri kapel terdapat patung Santo Yosef Tidur. Pengunjung dapat menitipkan doa pada lubang di bagian bawah patung. Kegiatan ini terinspirasi dari Paus Fransiskus yang kerap melakukan cara tersebut.
Di depan kapel terdapat taman yang luas dan indah. Aneka tanaman hias seperti bonsai dan rumput jepang membuat Taman Doa Our Lady of Akita terasa sejuk dan asri, walau dikunjungi saat siang hari sekali pun.
Terlihat aneka dekorasi natal berupa rusa berwarna putih yang diletakkan di taman. Bagian pintu masuk kapel juga dihiasi dengan daun-daun hijau khas Natal.
Menariknya, di depan pintu masuk Taman Doa Our Lady of Akita terdapat pohon Natal yang sangat unik karena disusun dari galon air mineral bekas dengan ketinggian sekitar 10 meter. Pohon Natal ini jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya saat malam hari karena memancarkan cahaya yang indah.
Karena berkunjung saat momentum Natal dan Tahun Baru, pengunjung yang datang ke Taman Doa Our Lady of Akita cukup ramai. Terlihat sejumlah pengunjung datang untuk berfoto-foto, wisata religi, berdoa, atau masuk ke dalam untuk melihat interior kapel yang indah.
Keindahan kapel di Taman Our Lady of Akita merupakan peran besar dari Ichiro Urano San. Meski begitu, perajin lokal juga turut dilibatkan dalam pembangunan taman doa ini, mulai dari Jepara, Klaten, dan Muntilan.
Dalam situs Agung Sedayu Group, disebutkan kalau pembangunan Taman Doa Our Lady of Akita PIK 2 hanya memakan waktu tiga bulan saja. Di atas lahan sekitar 6.700 meter persegi itu telah berdiri bangunan megah khas Jepang yang mampu menarik wisatawan untuk datang.
(ilf/das)














































