Banyak Rumah Megah Pakai Pilar di Fasadnya, Ternyata Ini Maknanya

Banyak Rumah Megah Pakai Pilar di Fasadnya, Ternyata Ini Maknanya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 06 Agu 2026 07:10 WIB
Pekerja mengecat ulang dinding dan pilar Istana Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/8/2025). Pengecatan ulang sejumlah bagian dari gedung Istana Kepresidenan tersebut untuk mempercantik kembali penampilan gedung bersejarah tersebut dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Ilustrasi pilar atau tiang yang berada di Istana Negara. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pilar merupakan salah satu detail arsitektur yang umum ditemukan pada rumah-rumah di Indonesia. Semakin besar ukuran rumah, pilar yang digunakan pada fasad juga semakin besar.

Keberadaan pilar atau tiang ini membuat tampilan rumah tampak megah, tinggi, dan elegan. Tidak heran jika banyak rumah-rumah mewah banyak yang memakai tiang di muka bangunan.

Di balik kesan megah yang terlihat, ada alasan lain kenapa banyak rumah-rumah besar di sini memakai pilar. Menurut pengamat sosial Devie Rahmawati, fungsi pilar pada fasad rumah untuk memperlihatkan status sosial pemiliknya. Ukuran pilar tersebut bisa berbeda-beda pada masing-masing rumah tergantung pada luasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari segi arsitektur, sebenarnya pilar ini bukan desain asli rumah-rumah Indonesia. Bangunan dengan pilar besar di bagian fasad llebih banyak dipakai di negara-negara Eropa.

Menurut arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan tren pilar di Indonesia tidak sepenuhnya dari pengaruh penjajahan Belanda. Ini ada kaitannya dengan rumah-rumah kaum Borjuis atau masyarakat kelas menengah atas di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Alasan kaum Borjuis memakai pilar pada rumah mereka sebagai bentuk pernyataan kelas sosial, kemakmuran, dan kekayaan pemiliknya.

"Tren klasik ini kemudian dianggap kebanyakan orang atau beberapa orang sebagai simbol dari sebuah kemakmuran atau kekayaan," jelasnya.

Di Eropa sendiri bangunan dengan pilar hanya ditemui pada tempat penting di negara tersebut, yakni gedung Mahkamah Agung, Istana Kepresidenan, dan tempat penting lainnya, bukan di perumahan seperti saat ini.

"Pada zamannya, sebenarnya tren bangunan-bangunan berpilar ini bukan untuk rumah. Kebanyakan kalau misalnya kamu liat Parthenon atau Pantheon di Yunani, kebanyakan (pilar) malah di bangunan-bangunan pemerintahan," kata Denny.

"Belanda itu sebenarnya nggak terlalu banyak ya bangunan-bangunan berpilar, tapi mungkin ada ya. Tapi memang informasi tentang bagaimana masyarakat Eropa misalnya hidup, cerita-cerita tentang kehidupan Borjuis itu masuk ke Indonesia dan menginspirasi beberapa orang-orang kaya di Indonesia untuk bikin rumah-rumah kayak gitu," terangnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads