Sutradara Miracle in Cell No. 7 Bikin Film Baru Berlatar Indonesia
Lee Hwan Kyung bekerja sama dengan Falcon Pictures untuk proyek berjudul Gasigogi. Proses syuting disebut akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan.
"Untuk cerita yang begitu intim, saya mencari kemitraan yang dibangun berdasarkan resonansi emosional daripada sekadar skala komersial," kata Lee seperti diberitakan Variety.
Ia mengaku terkesan dengan komitmen produser Frederica dan HB Naveen dari Falcon Pictures.
"Dedikasi mereka terhadap inti pembuatan film adalah alasan mengapa Falcon Pictures adalah satu-satunya rumah untuk cerita ini," lanjutnya.
Judul Gasigogi sendiri diambil dari nama ikan stickleback amur, spesies ikan kecil yang dikenal karena perilaku unik pejantan yang menjaga telur sendirian setelah induk betina pergi.
Ikan tersebut akan menjaga sarang, mengusir predator, hingga akhirnya kelelahan dan merelakan dirinya menjadi makanan pertama bagi anak-anaknya.
Menurut Variety, Lee sebelumnya sempat menolak membawa kisah ini ke layar lebar karena merasa ceritanya terlalu menyakitkan secara emosional.
Jika Miracle in Cell No. 7 menjadi penghormatan untuk putrinya, Gasigogi disebut akan membawa pesan mendalam tentang keluarga, agama, dan ikatan sosial di Indonesia.
Lee juga menegaskan film ini bukan sekadar membawa sentimen Korea ke Indonesia, melainkan karya baru yang benar-benar berakar pada budaya lokal.
"Saya ingin menciptakan film yang begitu jujur dan beresonansi sehingga ketika kredit film berakhir, hal pertama yang ingin dilakukan penonton adalah menelepon ayah mereka," ujar Lee.
"Saya ingin mereka memahami keheningan orang tua mereka sebelum terlambat."
(dar/wes)











































