Round-Up
Klarifikasi Denada: Gak Cuma Akui Ressa Sebagai Anak, Fasilitas Juga Dikasih
Menanggapi isu yang beredar luas, pihak Denada akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan duduk perkara, menegaskan status keluarga, hingga masalah finansial yang selama ini menjadi pertanyaan publik.
Setelah sempat menjadi teka-teki, Denada melalui kuasa hukumnya akhirnya mengakui secara terbuka bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Langkah ini diambil untuk mengakhiri spekulasi liar di media sosial.
Baca juga: Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandungnya! |
Pihak Denada diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa tidak pernah ada maksud untuk menyembunyikan identitas Ressa, namun ada pertimbangan privasi yang selama ini dijaga.
Iqbal dengan tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa selama ini mereka tidak menganggap Ressa sebagai anak.
Kuasa hukumnya menjelaskan bahwa hubungan antara ibu dan anak ini sebenarnya tetap berjalan, meskipun tidak selalu diekspos di depan kamera.
"Kami tegaskan, klien kami tidak pernah sekalipun mengeluarkan pernyataan tidak mengakui Ressa sebagai anak. Hubungan darah itu mutlak dan tetap dihormati oleh klien kami," ujar Iqbal dalam wawancara virtual.
Salah satu poin paling krusial dalam klarifikasi ini adalah soal tanggung jawab finansial. Menjawab isu adanya penelantaran, pihak Denada mengklaim bahwa mereka telah memenuhi kewajiban membiayai kebutuhan Ressa sejak kecil hingga saat ini.
Pihak keluarga menyatakan memiliki bukti-bukti bahwa Denada tetap memberikan dukungan ekonomi untuk pendidikan dan kesejahteraan Ressa. Klaim ini diajukan untuk mematahkan tuduhan bahwa Ressa dibiarkan berjuang sendiri tanpa bantuan dari ibu kandungnya.
Meskipun mengakui adanya dukungan finansial, pihak Denada juga menjelaskan bahwa dinamika keluarga mereka memang memiliki tantangan tersendiri.
"Masalah mengakui atau tidak itu gini, saya garis bawahi ya masalah anak ini. Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau ndak. Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun, kok tiba-tiba ada gugatan ini, ya juga aneh," ungkap pengacara Denada.
"Bukan hanya sekadar mengakui (Ressa anak), dibiayai, disekolahkan, dikasih kasih sayang. Ya karena jaraknya jauh mungkin gak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Fasilitas juga dikasih," tegas Muhammad Iqbal.
Ada alasan-alasan personal dan situasi tertentu yang membuat hubungan mereka tidak terlihat seperti keluarga pada umumnya di mata publik. Namun, hal tersebut diklaim bukan berarti ada pemutusan hubungan atau penolakan status anak.
Klarifikasi ini menjadi titik terang dalam polemik hubungan Denada dan Ressa. Pihak Denada kini memilih untuk bersikap lebih terbuka dengan mengakui status Ressa sebagai anak kandung, sembari menegaskan bahwa kewajiban sebagai orang tua, terutama dalam hal materi, tetap dijalankan sebagaimana mestinya.
(ass/tia)











































