Round Up

Matt Shadows Speak Up Perubahan Seat Plan Konser A7X Jakarta

Tim detikPop
|
detikPop
Avenged Sevenfold. (Instagram Avenged Sevenfold)
Foto: Avenged Sevenfold. (Instagram Avenged Sevenfold)
Jakarta -

Kemeriahan konser Avenged Sevenfold (A7X) di Jakarta pada 10 Oktober lalu ternyata menyisakan sedikit polemik. Yakni soal perubahan seat plan konser yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) tersebut.

Vokalis Avenged Sevenfold, Matt Shadows, speak up soal ini. Dia berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada komunitas penggemar lewat forum Reddit, gak berselang lama setelah konser rampung.

Dalam pernyataannya, Matt Shadows menegaskan punya pengalaman yang baik dengan promotor Ravel Entertainment. Komunikasinya pun jelas sehingga mereka tahu semua perubahan yang terjadi.

"Kami akan memeriksa permasalahan promotor tersebut karena kami memiliki pengalaman yang baik dengan mereka, begitu juga dengan Midas waktu itu," tulis Matt.

Matt juga menjawab pertanyaan salah satu pengguna Reddit. Yakni terkait jumlah penonton konser Avenged Sevenfold berhasil memenuhi kapasitas JIS.

Ia menjelaskan Avenged Sevenfold awalnya merencanakan pertunjukan dengan kapasitas sekitar 40 ribu penonton. Tapi antusiasmenya luar biasa malah jadi melebihi target.

"Mengenai tiket saat kami memutuskan untuk mengadakan konser, kami mendaftar untuk kapasitas 40 ribu orang. Memang ada tiket CAT 1-tiket yang lebih mahal-yang tidak terjual menjelang hari H acara, jadi kami sebenarnya bisa menggeser panggung sedikit ke belakang dan membuka beberapa tiket side view (pandangan samping) tambahan dengan harga yang lebih murah," tulisnya.

"Setelah semuanya selesai dan kami mendapatkan hitungan akhir, kami awalnya mendaftar untuk 40 ribu orang, tetapi hitungan penonton pada malam itu berada di antara 43 ribu hingga 44 ribu orang. Jadi sebenarnya lebih besar dari yang direncanakan semula. Sekadar memberi sedikit gambaran tentang bagaimana hal-hal seperti ini bekerja," lanjut Matt.

Terlepas dari riuh polemik layout panggung hingga jumlah penonton, Matt menegaskan kalau konser malam itu tetap jadi momen yang sangat menyenangkan buat bandnya.

"Terlepas dari itu, konsernya sangat menyenangkan dan kami tidak sabar untuk kembali lagi ke Indonesia."

Di sisi lain, Ravel Entertainment selaku pihak promotor sebelumnya membuka penjualan tiket dalam dua tahap, yakni Deathbat Pre-Sale pada 6 April dan General Sale pada 8 April 2026.

Dalam pengumuman resmi tersebut, promotor mencantumkan 11 kategori tiket, dengan Festival A yang menjadi kategori termahal seharga Rp 2,55 juta.

Polemik layout konser ini emang sempat mencuat setelah penonton menyoroti perbedaan antara denah panggung yang ditampilkan promotor saat penjualan tiket dan tata letak setelah penjualan berlangsung, buat kamu yang ngikutin dinamika war tiketnya.

Sejumlah pemegang tiket CAT 1 Center mengeluhkan posisi yang mereka dapatkan gak lagi berada di tengah, melainkan bergeser di tribun kiri atau kanan.

Meski begitu, dalam unggahan penjualan tiket, Ravel Entertainment sebenarnya telah mencantumkan keterangan tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Denah lokasi juga disebut hanya sebagai acuan visual sehingga ukuran dan konfigurasi sebenarnya dapat berbeda.

Selain itu, pihak promotor juga menyebutkan pandangan penonton ke arah panggung berpotensi terhalang sebagian oleh FOH (Front of House) atau struktur teknis lainnya.

Halaman 2 dari 2
(aay/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO