Panggung Riang Gembira Pestapora 2026 hari kedua, berubah menjadi momen haru penuh penghormatan. Musisi senior Erwin Gutawa menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya maestro musik dan seni Indonesia, Guruh Soekarnoputra.
Di hadapan ribuan penonton, Erwin Gutawa yang tampil bersama orkestrasinya membagikan rasa duka mendalam sebelum memulai kolaborasinya bersama grup musik Fourtwnty.
"Hari ini ada berita sedih dalam musik Indonesia, dan kami semua di sini sedang sangat berduka dan kehilangan, karena wafatnya seorang tokoh maestro seniman besar Indonesia, Guruh Soekarno Putra," ujar Erwin Gutawa dari panggung, Sabtu (26/9/2026).
Sebelum mengguncang panggung lewat deretan hit Chrisye bersama Fourtwnty, Erwin mengajak seluruh pengunjung Pestapora untuk sejenak mengheningkan cipta.
"Jadi sebelum Ari dan Nuwi muncul, dan sebenarnya ini ide dadakan, kami baru ngelatih tadi di belakang panggung. Izinkan saya mengajak semua sebentar untuk mengheningkan cipta, berdoa untuk beliau," lanjutnya.
Secara impulsif namun anggun, Erwin Gutawa Orkestra memainkan salah satu lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang legendaris dan pernah dipopulerkan oleh Chrisye.
Alunan musik tersebut mengiringi doa bersama yang mengalir khusyuk di area festival.
"Semoga arwah Mas Guruh di tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutur Erwin menyuarakan doa bagi sang legenda.
Penampilan Erwin Gutawa di Pestapora 2026 sendiri terbilang sangat istimewa. Dirinya mencetak sejarah baru dengan tampil selama tiga hari berturut-turut membawakan konsep kolaborasi unik bersama deretan musisi tanah air.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu pagi di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Dia dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Sabtu siang. Megawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, dan Puan Maharani hadir di antara keluarga.
(pig/aay)