Makna di Balik Tidur Siang Fatin, Angkat Fase Manusia Dewasa
Sebanyak 15 penggemar diundang dalam acara tersebut. Mereka menikmati makan malam bersama, berbincang dengan Fatin, mengikuti jamming session, hingga bermain circle card talks yang memancing berbagai cerita personal.
Suasana makin seru saat Fatin dan para penggemar menyanyikan sejumlah lagu populernya, seperti Salah Aku Salah, Engkaulah Kamuku, dan Aku Memilih Setia. Di akhir acara, Fatin memberikan kejutan dengan membawakan Tidur Siang secara langsung untuk pertama kalinya di depan para fans.
Di balik judulnya yang terdengar sederhana, Tidur Siang ternyata punya makna yang cukup dalam bagi Fatin. Ia melihat tidur siang sebagai sesuatu yang identik dengan masa kecil, tetapi justru menjadi aktivitas yang terasa mewah ketika seseorang sudah dewasa.
"Padahal dulu tidur siang itu adalah hal yang sangat sederhana. Sampai sekarang, kalau sempat tidur siang, rasanya lega banget. Bangun tidur satu atau dua jam kemudian rasanya seperti, 'Enak banget ya tidur siang.' Hal yang dulu mungkin cenderung kita hindari karena ingin bermain, sekarang justru menjadi sesuatu yang kita inginkan," ujar Fatin.
Ide tersebut kemudian ia bawa ke dalam lagu yang dikerjakan bersama komposer Will Mara. Ini menjadi kolaborasi pertama Fatin dengan Will dan proses pengerjaannya berlangsung cukup cepat.
"Untuk lagu Tidur Siang, aku bekerja sama dengan komposer Will Mara. Itu pertama kalinya aku kerja bareng dia dan prosesnya seru banget. Lagu ini juga jadi dengan sangat cepat," kata Fatin.
Fatin juga sengaja membuat liriknya lebih straightforward. Salah satu bagian yang menurutnya paling menggambarkan kehidupan orang dewasa muncul di verse kedua.
"Mungkin kalau teman-teman notice, terutama di verse kedua, ada bagian yang berbunyi, 'Sekarang aku udah dewasa, yang tidur kurang dari 8 jam.'"
Buat Fatin, lirik tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kesibukan, pekerjaan, dan berbagai tanggung jawab membuat tidur delapan jam terasa semakin sulit, bahkan ketika akhir pekan tiba.
"Aku sangat relate dengan bagian itu. Kita harus melalui fase tersebut. Tidur delapan jam sekarang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bahkan ketika sudah senang atau sedang mengejar sesuatu, kita bisa bekerja sangat keras sampai lupa waktu," tuturnya.
Menariknya, judul Tidur Siang sempat membuat orang-orang di sekitar Fatin bertanya-tanya. Sebab, judul tersebut terdengar sederhana, sementara liriknya justru membawa cerita tentang proses tumbuh dewasa.
"Awalnya sempat dipertanyakan juga oleh orang-orang di sekelilingku. 'Yakin judulnya Tidur Siang?' Apalagi kalau melihat liriknya. Menurut aku, secara lirik lagu ini sebenarnya cukup ironis."
Menurut Fatin, letak ironinya ada pada perubahan makna tidur siang. Saat kecil, tidur siang mungkin terasa seperti sesuatu yang mengganggu waktu bermain. Setelah dewasa, hal sederhana itu justru menjadi sesuatu yang dirindukan.
"Kalau diperhatikan lebih dalam, kita sadar kalau kita sudah bertumbuh, tetapi di sisi lain kita juga sadar betapa cepatnya waktu berjalan."
Karena itu, Fatin akhirnya merasa judul tersebut justru paling tepat untuk menggambarkan perjalanan yang ingin ia ceritakan. Tidur Siang menjadi cara Fatin membicarakan fase dewasa dengan pendekatan yang ringan, tetapi tetap menyimpan rasa nostalgia.
"Namun, kembali lagi, aku berpikir, kalau tidur siang itu sesuatu yang menyenangkan, sebenarnya menyenangkan buat siapa? Buat kita yang dulu, kan? Sedangkan kita yang sekarang sudah berbeda. Jadi, akhirnya aku merasa Tidur Siang sangat tepat menjadi judul single ini."
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
