Indonesian Music Video Awards (IMVA) Muncul Buat Apresiasi Kreator Lokal
IMVA digagas Oleg Sanchabakhtiar, sebagai bagian dari Planet Design Indonesia. Oleg menjabat Creative Director dan Founder IMVA, mengungkapkan kelahiran ajang ini sebagai buah kegelisahannya atas 'status' video musik selama ini.
Di tengah gempuran konten AI di TikTok dan Reels, video musik sering dianggap hanya sebatas hiburan. Padahal di baliknya ada sederet orang-orang kreatif yang bersatu menciptakan sebuah karya berkualitas.
"IMVA tercetus karena Indonesia punya banyak talenta, tetapi belum punya rumah besar yang konsisten untuk mengapresiasi dan menumbuhkan dunia video musiknya," ujar Oleg dalam keterangan resminya diterima Senin (27/4/2026).
Lewat IMVA, Oleg gak hanya ingin mengapresiasi sutradara, editor, hingga DOP di ranah teknis. Tapi juga stylist hingga makeup artist yang bekerja untuk menciptakan sebuah video musik yang asik dan kreatif.
Baca juga: Musisi Perempuan Indonesia yang Mendunia |
IMVA saat ini menerima pengajuan karya untuk berkompetisi dalam berbagai kategori. Penghargaan utama memperebutkan Piala Swaradrisya akan terbagi ke dalam 7 kategori besar dan menyoroti karya-karya paling outstanding secara keseluruhan.
Selain itu, akan ada penghargaan pendukung sebanyak 15 kategori. Di sini tempatnya para spesialis bersinar mulai dari editor terbaik, DOP terbaik, hingga best art director.
Terakhir ada penghargaan spesial yang terdiri dari 6 kategori. Spotlight akan diberikan untuk karya paling inovatif atau pencapaian berbeda di industri. Penyerahan Piala Swaradrisya rencananya akan dilakukan 2027.
Selain Piala Swaradrisya, IMVA juga akan membuka ruang buat talenta muda lewat Amateur/Young Creators Category dan Special Competition Series. Sehingga mereka yang masih merintis dan belum sepenuhnya ada di ranah profesional tetap bisa terpacu buat berkarya dan mengirimkan karya mereka.
Sistem penilaian yang diterapkan juga serius, melibatkan para profesional.
"Penilaian dibuat serius, profesional, dan terukur. Bukan sekadar siapa yang terkenal atau view-nya paling besar. Scoring system-nya menggunakan angka yang adil dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan voting subjektif. Jurinya datang dari kombinasi profesional di bidang music video, akademisi, dan tokoh yang relevan sesuai kategori," tegas Oleg.
(aay/mau)
