SJ'80s Bawa Betawi Mashup ke Publik, Waktunya Remaja Vintage Unjuk Gigi
Aransemen lagu tersebut digarap oleh Music Arranger sekaligus Vocal Director SJ'80s, Pujo Herlambang. Komposisi ini dibawakan dalam format enam pecahan suara harmonis: Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton, dan Bass.
SJ'80s sendiri merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari sekitar 48 SMA di Jakarta. Komunitas ini beranggotakan sekitar 130 orang yang merupakan generasi dekade 1980-an dan hingga kini masih aktif berkarya melalui musik.
Ketua Suara Jakarta 80, Raditya Padmawangsa, mengatakan dirinya mendapat amanah untuk membangun komunitas tersebut menjadi ruang yang menyenangkan bagi para anggotanya.
"Dari sisi saya, saya mendapat amanah untuk membangun komunitas ini menjadi sebuah komunitas yang menarik, komunitas yang enjoy, dan menghadirkan kebahagiaan untuk semuanya. Karena itu kami membangun struktur dan organisasi ini menjadi lebih baik," kata Raditya Padmawangsa dalam konferensi pers di Gedung BPH Migas, Mampang Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pengurus juga berupaya menerjemahkan visi dari pelatih serta para inisiator komunitas agar SJ'80s semakin dikenal luas. Di sisi lain, pengelolaan organisasi juga menjadi perhatian agar komunitas tetap berjalan dengan baik.
"Kami mencoba menerjemahkan apa yang dicanangkan oleh coach tentang bagaimana membuat komunitas ini dikenal dan terkenal, tetapi orang-orang di dalamnya tetap bisa dikelola dengan baik. Keunikan komunitas ini yang mungkin berbeda dengan yang lain menjadi bagian dari visi kami," ungkapnya.
Baca juga: Padus Swara Jakarta 80s Rilis Betawi Mashup |
Raditya menilai perjalanan SJ'80s saat ini juga menjadi momentum penting bagi komunitas tersebut. Ia berharap komunitas ini dapat terus berkembang dan memiliki mimpi besar ke depan.
"Ini adalah momentum sejarah buat kita Suara Jakarta. Coach dan para inisiator punya visi agar komunitas ini terus melambung dan berkembang. Pertemuan hari ini juga bagian dari upaya menyampaikan pesan itu. Karena relasi yang baik antara kami dan teman-teman media menjadi sesuatu yang sangat penting," tambahnya.
Raditya berharap rencana konser SJ'80s yang tengah dipersiapkan bisa mendapat dukungan luas. Ia menilai peran media dapat membantu memperluas gaung kegiatan tersebut.
"Apabila nanti konser itu bisa terwujud, teman-teman media menjadi salah satu pilar untuk menyukseskan acara itu supaya resonansinya meluas sampai ke mana-mana," katanya.
Ia juga menilai lagu-lagu yang dibawakan komunitas tersebut memiliki nuansa nostalgia yang kuat. Lagu-lagu itu dinilai mampu mengingatkan banyak orang pada masa lalu.
"Lagu-lagunya itu ngangenin dan mengingatkan masa lalu. Pasti yang mendengarkan juga rasanya sulit untuk tidak ikut bergoyang," ujar Raditya.
Sementara itu, Pujo Herlambang mengatakan dirinya tetap menerapkan disiplin profesional saat melatih para anggota yang sebagian besar berusia senior. Ia mengaku kagum dengan semangat para anggota yang tetap serius menjalani latihan.
"Tetap saya ajarkan secara profesional. Teknik vokal dibenahi, disiplin dibenahi, tanggung jawab juga dibenahi. Walaupun saya mungkin yang paling muda, tapi saya kagum mereka masih mau mengikuti arahan saya," kata Pujo.
Pujo juga mengungkap alasan memilih konsep Betawi Mashup sebagai karya utama SJ'80s. Menurutnya, konsep mashup memberikan tantangan tersendiri dibandingkan konsep medley yang lebih umum.
"Medley itu penggabungan dua lagu jadi satu dan sudah banyak sekali. Tapi kalau mashup, dua lagu digabungkan dengan chord yang harus hati-hati, termasuk jembatan interlude dan modulasinya supaya tetap smooth," jelasnya.
Dalam karya tersebut, Pujo memadukan dua lagu Betawi populer menjadi satu komposisi baru. Lagu Kicir-Kicir dan Sirih Kuning diaransemen ulang dengan pendekatan yang lebih modern.
"Kita jadikan namanya Betawi Mashup dari lagu Kicir-Kicir dan Sirih Kuning. Dua lagu itu dikemas dengan konsep yang lebih kekinian," tambahnya.
Proses produksi lagu ini juga melibatkan sejumlah musisi dan tim kreatif. Pujo mengerjakan aransemen serta musik, sementara proses mixing dan mastering dilakukan bersama gurunya, Yopi Ananta.
Sementara itu, video klip lagu ini digarap oleh Rizki Maulana. Proses pengambilan gambar dilakukan di kawasan Pasaraya Blok M yang menjadi salah satu basecamp komunitas tersebut.
"Video klip kita ambil sendiri di Pasaraya Blok M, karena memang itu basecamp kita waktu itu," katanya.
Konferensi pers peluncuran master song terbaru berjudul Betawi Mash Up oleh komunitas paduan suara Swara Jakarta '80s (SJ'80s), di Gedung BPH Migas, Mampang Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026). Foto: Febriyantino Nur Pratama/detikcom |
Pujo menambahkan konsep modern sengaja dipilih agar lagu Betawi bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Ia ingin lagu tradisional tetap terasa segar bagi generasi masa kini.
"Biasanya image lagu Kicir-Kicir itu terkesan membosankan karena sering dianggap lagu sekolah. Tapi saya buat packaging-nya lebih modern supaya bisa dinikmati semua umur," ungkapnya.
Meski menjadi sosok di balik layar, Pujo menegaskan para anggota paduan suara adalah bintang utama dalam karya tersebut. Ia menyebut seluruh anggota SJ'80s sebagai wajah utama dari lagu yang dirilis.
"Sebetulnya artisnya bukan saya, artisnya mereka semua. Members di belakang saya ini," pungkas Pujo.
Melalui karya ini, SJ'80s ingin menunjukkan bahwa lagu tradisional dapat dihadirkan kembali dengan pendekatan musikal modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Saat ini Betawi Mash Up telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.
(fbr/aay)












































