SBY Gelar Tribute to Koes Plus di Pacitan, Cara Merawat Warisan Musik Nasional
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konser Tribute to Koes Plus di Plaza Museum & Galeri SBY*ANI, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Acara ini dibuat sebagai bentuk penghormatan buat Koes Plus sekaligus salah satu cara untuk merawat warisan musik nasional.
Koes Plus merupakan salah satu kelompok musik paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Indonesia. Sejak era 1960-an hingga 1980-an, band ini melahirkan ratusan lagu yang menjadi bagian dari memori pendengar musik Indonesia.
SBY bernyanyi di Tribute to Koes Plus, Plaza Museum & Galeri SBY*ANI, Pacitan, Jawa Timur. Foto: dok. Istimewa |
Lagu-lagunya yang bertema keseharian, kesederhanaan, dan kehidupan sosial membuat Koes Plus dekat dengan pendengarnya.
SBY mengatakan Koes Plus memiliki makna personal dalam perjalanan hidupnya. Pada masa remaja di Pacitan, ia aktif bermusik bersama rekan-rekan sekolah dan kerap membawakan lagu-lagu Koes Plus dalam berbagai kesempatan.
Ketertarikan tersebut kemudian diwujudkan dalam konser tribute yang terbuka untuk publik. Dalam sambutannya, SBY menyampaikan bahwa karya Koes Plus merupakan bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.
"Koes Plus telah memberi warna bagi kehidupan banyak orang, termasuk saya. Merawat karya mereka berarti menjaga ingatan dan jati diri bangsa," kata SBY dalam keterangan yang diterima, Senin (9/2/2026).
Konser tribut ini menghadirkan putra-putri para personel Koes Plus yang membawakan kembali lagu-lagu peninggalan orang tua mereka. Mereka yang hadir adalah Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, serta Damon Koeswoyo. Penampilan lintas generasi ini menjadi simbol keberlanjutan karya Koes Plus yang tetap relevan hingga kini.
Sebelum konser digelar, SBY lebih dulu bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup. Seluruh lagu yang dibawakan dalam acara ini juga disertai pembayaran royalti resmi kepada ahli waris Koes Plus sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan etika bermusik.
Acara malam itu dihadiri lebih dari 1.000 penonton dengan nuansa hangat. SBY berharap lagu-lagu yang telah dikenal lintas generasi kembali diperdengarkan, tidak hanya sebagai nostalgia, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang terus hidup dan dikenang.
Melalui Tribute to Koes Plus, Pacitan menjadi ruang pertemuan antara sejarah, musik, dan ingatan kolektif. Acara ini menjadi pernyataan karya seni yang lahir dari kesederhanaan dan kejujuran memiliki hidup yang panjang dalam perjalanan budaya Indonesia.
(pus/dar)












































