Masa Sulit Mariah Carey, Hampir Jual Aset Berharga Senilai Rp 78 Juta
Ya, begitulah masa-masa Mariah Carey dikala karyanya sama sekali gak bikin pendengarnya greget.
Dia menceritakan hal ini ketika hadir di Billboard Power 100 yang berlangsung di Los Angeles, AS.
Pelantun Always Be My Baby itu menceritakan fakta tersembunyi mengenai awal perjalanannya di industri musik yang hampir merugikan masa depannya secara finansial.
Di hadapan para petinggi industri musik, Mariah Carey mengaku hampir menjual seluruh hak atas karya musik atau katalog penerbitannya (publishing) seharga 5.000 dolar AS atau Rp 78 juta aja. Kamu bisa bayangkan kan?
Mengingat deretan lagu hits yang ia ciptakan setelahnya, keputusan untuk bertahan terbukti menjadi langkah paling cerdas dalam kariernya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memperkenalkan Jody Gerson, Chairman dan CEO Universal Music Publishing Group (UMPG), yang dinobatkan sebagai Executive of the Decade.
"Saya hanya berpikir, jika saya memiliki seseorang seperti Jody di sana untuk melindungi saya, hal itu tidak akan pernah melangkah sejauh itu (hampir menjual aset)," ujar Mariah Carey, mengutip dari Billboard, Minggu (1/2/2026).
Sebagai salah satu artis di bawah naungan UMPG, Mariah Carey merasa tenang karena karyanya berada di tangan yang tepat.
Di bawah kepemimpinan Gerson, pendapatan penerbitan UMPG dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat. Gerson juga dikenal sebagai pejuang nilai sebuah karya lagu dan aktif dalam gerakan sosial seperti She Is the Music serta advokasi kesehatan mental melalui Project Healthy Minds.
Baca juga: 10 Konser di Indonesia Paling Fenomenal 2025 |
(pig/tia)











































