Sutradara Danny Boyle Ngaku Pakai AI untuk Film Terbarunya di Netflix
Pengakuan tersebut disampaikan Boyle di sela-sela wawancaranya bersama Vanity Fair dalam gelaran Telluride Film Festival.
Film yang mengangkat kisah di balik peluncuran surat kabar tabloid asal Inggris, The Sun, ini dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Jack O'Connell, Guy Pearce, serta Claire Foy.
Boyle menjelaskan bahwa penggunaan teknologi AI dalam film ini sangat terbatas, yakni hanya berdurasi sekitar 30 detik untuk kebutuhan rekayasa visual.
"Ada sekitar 30 detik dalam film kami yang menggunakan AI untuk menganimasikan beberapa foto lama," ujar Boyle.
Ia juga menambahkan kegunaan lain dari teknologi tersebut dalam adegan tertentu.
"Oh, dan ada juga beberapa ekor tikus. AI sangat bagus untuk hewan, dan kami memiliki adegan beberapa tikus yang berlarian di ruang redaksi The Sun."
Keputusan menggunakan hewan berbasis AI ini tak lepas dari pengalaman masa lalu Boyle. Ia pernah menuai kritik tajam dari organisasi perlindungan hewan PETA akibat menggunakan simpanse asli dalam film horor garapannya pada 2002, 28 Days Later.
Sejak saat itu, ia berkomitmen untuk menghindari penggunaan hewan hidup dalam proses pembuatan film.
Mengenai maraknya kontroversi AI di industri kreatif, Boyle menilai teknologi tersebut pada dasarnya merupakan alat bantu yang sangat berguna.
"Sebenarnya tidak masalah apa yang saya pikirkan tentang AI. Yang terpenting adalah apa yang dipikirkan oleh anak-anak usia 20-an tentangnya. Itu kenyataan yang sejujurnya," tutur Boyle.
Menurut pandangannya, AI adalah alat yang sangat berguna dalam banyak hal, selama digunakan secara terhormat dan tetap membayar hak para aktor jika berniat menggantikan mereka dengan wujud rekayasa AI.
Baca juga: The Matrix Game Over? |
Di sisi lain, Boyle juga menyuarakan kekhawatirannya terkait dampak AI terhadap dunia media saat menghadiri konferensi pers di Venesia pekan lalu.
Ia menyoroti potensi raksasa teknologi yang bisa menggantikan posisi jurnalis dengan AI demi efisiensi dan biaya yang lebih murah.
"Bahayanya dengan raksasa teknologi dan AI mereka adalah mereka akan mampu menggantikan jurnalistik. Mereka akan memiliki jurnalis AI yang jauh lebih efisien dan murah. Lantas, apakah jurnalis AI tersebut akan menyuarakan kebenaran kepada pihak berkuasa yang menciptakannya?" tegas Boyle.
Film Ink dijadwalkan akan tayang secara terbatas di bioskop-bioskop Amerika Serikat mulai 11 Desember, sebelum akhirnya dirilis secara global melalui platform streaming Netflix pada 8 Januari 2027.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
