Toy Story 5 Tembus USD 1 Miliar, Jadi Film Ketiga Terlaris di 2026

Asep Syaifullah
|
detikPop
Toy Story 5 (2026).
Foto: Dok. Pixar
Jakarta - Pixar Animation Studios kembali mencatatkan rekor mengesankan di panggung bioskop global. Film animasi terbarunya, Toy Story 5, secara resmi telah menembus angka pendapatan fantastis USD 1 miliar (sekitar Rp17,9 triliun) di box office dunia.

Hasil ini diraih pada akhir pekan keenam penayangannya setelah Toy Story 5 berhasil mengantongi tambahan pendapatan sebesar USD 34 juta secara global, yang mencakup USD 10 juta dari kawasan Amerika Utara (domestik).

Sejak awal perilisannya, keberhasilan film ini menembus klub USD 1 miliar bukanlah hal yang mengejutkan. Film kelima dari saga ikonik ini memang sudah menunjukkan taji sejak pekan perdana lewat pembukaan global yang spektakuler sebesar USD 312 juta.

Selama beberapa pekan terakhir, Toy Story 5 berhasil mengukuhkan dirinya sebagai tontonan keluarga pilihan utama sepanjang musim panas.

Film ini sukses bertahan kuat dari persaingan ketat melawan film animasi kompetitor seperti Minions & Monsters (Universal/Illumination) serta adaptasi live-action Moana milik Disney sendiri.

Mereka pun berhasil jadi film ketiga yang mendapatkan USD 1 miliar bersama Michael dan The Super Mario Galaxy Movie.

Rekor Baru Pixar dan Waralaba Toy Story

Dengan pencapaian ini, Toy Story 5 mengukuhkan sejumlah rekor penting:

  • Enam Film Pixar Berpendapatan USD 1 Miliar: Toy Story 5 menjadi film Pixar keenam yang mampu melampaui angka tersebut. Lima film lainnya adalah Toy Story 3 (2010), Finding Dory (2016), Incredibles 2 (2018), Toy Story 4 (2019), dan Inside Out 2 (2024)-yang sempat memegang rekor sebagai film animasi terlaris sepanjang masa.
  • Trio Utama Waralaba: Tiga dari lima instalasi Toy Story-yakni Toy Story 3, Toy Story 4, dan Toy Story 5-kini resmi terdaftar dalam klub film berpendapatan USD 1 miliar.
  • Rekor Franchise Baru: Meski diprediksi tidak akan menyamai rekor fantastis Inside Out 2, Toy Story 5 diperkirakan akan segera melampaui total pendapatan Toy Story 4 sebesar USD 1,07 miliar untuk menjadi film terlaris dalam sejarah waralaba ini, tepat 31 tahun setelah film pertama rilis pada 1995.

Keberhasilan ini sekaligus membuktikan keahlian Pixar dalam menjaga kualitas waralaba utamanya. Meski kisah Woody dan Buzz sempat dianggap telah selesai secara sempurna di Toy Story 3, Pixar terbukti berhasil kembali mengeksplorasi jalan cerita tanpa memicu label sekadar mencari keuntungan (cash grab) dari publik-stigma yang kerap menimpa franchise Hollywood lain yang dipaksa berlanjut terlalu jauh.

Salah satu pendorong suksesnya Toy Story 5 adalah premis ceritanya yang dinilai sangat relevan dengan isu modern. Film ini mengangkat kekhawatiran tentang dominasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia anak-anak, di saat berbagai pemerintah dunia tengah mempertimbangkan dan menerapkan larangan media sosial bagi anak di bawah umur.

Dalam cerita kali ini, mainan lama milik Andy yang kini berada di bawah kepemimpinan Jessie si Cowgirl harus berhadapan dengan lawan baru: Lilypad, sebuah tablet mainan yang dihadiahkan kepada pemilik baru mereka, Bonnie.

Pendekatan isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini membuat Toy Story 5 disambut hangat oleh penonton anak-anak maupun dewasa. Film ini mengantongi skor tinggi di situs Rotten Tomatoes, yaitu 92% dari kritikus dan 94% dari penonton.

(ass/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO