Film Sci-fi Pelangi di Mars Tayang, Pintu Anak Indonesia Lebih Luas Berimajinasi
Pelangi di Mars memperkenalkan fiksi ilmiah sebagai ruang imajinasi bagi anak-anak Indonesia.
Produser Dendi Reynando mengatakan film ini sejak awal dirancang untuk memberi alternatif tontonan anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang yang lebih luas lagi untuk anak-anak berimajinasi.
"Kami ingin anak-anak Indonesia punya cerita yang bisa mereka bayangkan sendiri," kata Dendi Reynando dalam pesan tertulis yang detikcom terima, Selasa (17/3/2026).
Pendekatan tersebut terlihat dari cara cerita dibangun. Alih-alih menghadirkan pesan secara langsung, film ini bergerak melalui pengalaman tokohnya.
Isu krisis lingkungan hadir sebagai latar. Sementara cerita tetap berfokus pada perjalanan anak dalam memahami situasi yang dihadapinya.
Sutradara Upie Guava menilai, fiksi ilmiah dapat menjadi sesuatu yang efektif untuk mengajak anak melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, cerita yang memberi ruang imajinasi akan lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan yang bersifat menggurui.
"Anak-anak tidak suka digurui. Mereka lebih mudah masuk lewat cerita," sambung Upie.
Dari sisi produksi, Pelangi di Mars dibangun dengan teknologi Extended Reality (XR) dan animasi 3D di Studio DossGuavaXR. Teknologi ini digunakan untuk menghadirkan lanskap Mars yang lebih imersif, sekaligus mendukung pengalaman visual yang mendekatkan penonton pada cerita.
Pelangi di Mars dibintangi Messi Gusti bersama Lutesha, serta didukung oleh Rio Dewanto, dan Livy Renata. Sejumlah pengisi suara seperti Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya turut menjadi nyawa untuk karakter dalam film ini.
Kehadiran Pelangi di Mars menambah pilihan film anak lokal dengan pendekatan yang berbeda. Film fiksi ilmiah ini mencoba membuka ruang untuk anak membayangkan dunia melampaui apa yang mereka temui sehari-hari.
Pelangi di Mars mengisahkan perjalanan seorang anak Indonesia bernama Pelangi. Pelangi adalah anak pertama yang lahir di Mars. Dia menjalankan misi untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Bumi.
Sepanjang perjalanannya, ia perlahan belajar memahami perannya di tengah situasi yang dihadapi. Pelangi memulai petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi.
Namun, dalam perjalanannya, Nerotek-korporasi raksasa yang menguasai sumber air-melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.
Dunia yang berbeda, dengan lanskap asing dan kehadiran robot-robot interaktif, membuka kemungkinan bagi anak untuk membayangkan hal-hal yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
(pus/dar)











































