Nonton The Voice of Hind Rajab, Anies Baswedan: Film Ini Bicara Kesaksian

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Anies Baswedan dan Dude Harlino saat nonton The Voice of Hind Rajab.
Foto: Ahsan Nurrijal/detikpop
Jakarta - Terkadang, sebuah film bisa melampaui batas hiburan, bahkan menjelma menjadi sebuah monumen peringatan, seruan kemanusiaan, dan panggilan nurani.

Itulah yang ditawarkan oleh The Voice of Hind Rajab, sebuah karya yang menyayat hati, membawa kisah nyata yang mengguncang dunia langsung dari Gaza ke layar lebar.

Film ini menempatkan kita dalam tragedi pilu Hind Rajab, seorang gadis Palestina berusia enam tahun yang kisahnya menjadi simbol kekejaman konflik pada awal 2024. Saat mencoba mengungsi, serangan brutal Israel membuat Hind terjebak sendirian di dalam mobil.

Dalam kesendirian yang mencekam, di tengah desingan peluru dan kehampaan, Hind bertahan selama berjam-jam, memohon bantuan melalui sambungan telepon dengan relawan Bulan Sabit Merah Palestina.

Kaouther Ben Hania selaku sutradara dengan keberanian yang luar biasa memilih pendekatan dengan menjadikan rekaman audio asli percakapan Hind sebagai tulang punggung narasi. Dampak dari pilihan ini terbantahkan.

Film ini membuat penonton dipaksa untuk mendengar suara seorang anak yang menolak menyerah pada ketakutan hingga saat-saat terakhir. Audio yang dihadirkan menegaskan kalau setiap anak di dunia berhak atas kehidupan dan perlindungan.

The Voice of Hind Rajab telah mendapatkan pengakuan global yang menempatkannya dalam jajaran film wajib tonton. Prestasinya mencakup Silver Lion di Festival Film Venesia dan menerima standing ovation terlama dalam sejarah festival tersebut, yaitu sampai 23 menit.

Cuplikan adegan dalam film The Voice of Hind Rajab.Cuplikan adegan dalam film The Voice of Hind Rajab. Foto: Dok. Ist

Di dukung oleh produser eksekutif papan atas Hollywood seperti Brad Pitt, Joaquin Phoenix, dan Alfonso CuarΓ³n, film ini menunjukkan kolaborasi global untuk mengangkat kebenaran yang selama ini terbungkam. Film ini bahkan telah terpilih menjadi wakil Tunisia di ajang Oscar 2026 untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik.

Di Indonesia, KlikFilm membawa film ini bukan sebagai tontonan, melainkan sebagai panggilan moral. Hal ini sangat dirasakan oleh tokoh-tokoh yang hadir dalam pemutaran perdana, seperti Anies Baswedan dan Dude Harlino, yang sama-sama mengakui bahwa film ini menghantam titik nurani terdalam.

Sebagai pihak yang membawa film ini ke Indonesia, Frederica, Direktur KlikFilm, menekankan fungsi utama film ini yang melampaui hiburan.

"Ini bukan hanya sebuah film. Ini adalah panggilan nurani, untuk membuka mata terhadap realitas di Gaza, melalui suara seorang anak yang tak lagi bisa bersuara," kata Frederica.

Sentimen ini diamini oleh Anies Baswedan yang melihat film ini sebagai simbol perlawanan terhadap kebisuan. Menurutnya, film ini adalah bukti nyata tentang keberanian untuk menyuarakan kebenaran.

"Film ini hanya bicara tentang kesaksian. Kesaksian tentang keberanian untuk tetap mendengar di saat begitu banyak memilih untuk diam dan mendiamkan," ujar Anies Baswedan.

Sementara itu, Dude Harlino merasakan guncangan emosional saat menonton, menyoroti realitas mengerikan yang disampaikan langsung dari rekaman suara Hind. Ia menegaskan film ini adalah representasi kondisi lapangan yang sesungguhnya.

"Suara yang kita dengar di film ini adalah suara yang asli dari anak yang memang meminta bantuan sebenarnya... ini kondisi riil di lapangan. Seperti inilah kurang lebih situasinya," ucap Dude Harlino.

The Voice of Hind Rajab siap menggetarkan hati penonton Indonesia melalui penayangan reguler di jaringan bioskop seluruh tanah air mulai 26 November 2025.


(ahs/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO