Whalefall: Ditelan Paus Hidup-Hidup
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Hubungan seorang anak laki-laki dengan ayahnya adalah sebuah kisah yang selalu menarik untuk dibahas. Dalam Whalefall, film terbaru Brian Duffield, seorang anak bahkan harus masuk ke dalam perut ikan paus untuk menyadari kesusahan apa yang dihadapi oleh ayahnya.
Sebuah konsep yang sungguh di luar dugaan. Dan yang juga mengejutkan adalah fakta bahwa apa yang dilakukan oleh Duffield berhasil membuat penontonnya-alias saya-menitikkan air mata.
Mitt (Josh Brolin) bukanlah ayah yang lembut. Meskipun tentu saja tujuannya baik tapi sikapnya yang agak liar ke anaknya, Jay (Austin Abrams), membuat si anak memutuskan untuk kabur dari ayahnya. Ia ingin move on, ia ingin hidup sehat.
Baca juga: Carrie (Season 1): Wajah Baru, Teror Lama |
Dan kita semua tahu bahwa penyesalan terjadi di belakang. Mitt meninggal dunia dan Jay merasa hidupnya masih stuck karena ia belum bisa berduka dengan proper. Maka ia pun memutuskan untuk menyelam ke dalam lautan untuk mencari sisa ayahnya.
Jay mencari dan mencari sampai ia akhirnya menyaksikan kegelapan yang menyeramkan di bawah lautan. Sebuah gurita muncul dan berlari dan ternyata ia dikejar paus.
Whalefall (2026). Foto: Dok. Ist |
Hari apes memang tidak ada di kalender-Jay tidak tahu bahwa gurita tersebut akan menggenggamnya dan menyeretnya masuk ke dalam perut ikan paus raksasa itu. Sekarang Jay harus mencari seribu cara untuk bertahan di dalam perut pus sebelum akhirnya bisa lolos keluar.
Review:
Diadaptasi dari novel Daniel Kraus berjudul sama-Brian Duffield dan Daniel Kraus menulis skripnya-Whalefall menyembunyikan kenyataan bahwa film ini adalah film amat sangat emosional dari materi promonya.
Ini adalah kejutan yang menarik karena kerapuhan cerita antara Mitt dan Jay akan membuat penonton berhati batu mana pun ikut menitikkan air mata di bioskop. Tapi jangan salah, sebagai sebuah film thriller survival, Whalefall bekerja dengan sangat baik.
Whalefall (2026). Foto: Dok. Ist |
Setiap Jay memasuki "ruangan" baru di dalam perut paus, selalu ada masalah baru. Akan ada momen dimana kamu berharap bisa memberikan Jay sarung tangan. Perut paus tidak didesain untuk ditinggali manusia dan di situlah justru letak keseruan Whalefall.
Film terakhir Brian Duffield adalah sebuah thriller tentang alien berjudul No One Will Save You dimana premisnya adalah karakternya tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Whalefall sebenarnya juga memiliki ruang yang sama.
Buat apa berbicara di dalam perut paus sendirian? Tapi Duffield tetap memberikan dialog kepada aktornya untuk penekanan informasi. Kapan kita harus merasa tegang, kapan kita harus tertawa gugup, dan kapan kita harus merasa kasihan.
Beruntung Duffield memiliki Austin Abrams sebagai aktor utamanya karena ia adalah aktor yang paling meyakinkan saat ini untuk memerankan karakter-karakter orang biasa. Wajahnya yang soft terlihat sangat kontras dengan situasi yang ia hadapi.
Itulah kenapa Whalefall dan juga Resident Evil berhasil memanfaatkan Abrams dengan sangat baik. Ditambah dengan chemistrynya yang menyala dengan Josh Brolin sebagai ayahnya, Whalefall memiliki senjata yang kuat untuk membuat penontonnya terbawa suasana.
Whalefall (2026). Foto: Dok. Ist |
Editing Whalefall memang bisa dibilang sangat manipulatif. Setiap kali Jay terjebak dalam suatu titik, kita terlempar ke dalam sebuah flashback yang menjelaskan tentang hubungannya dengan ayahnya.
Di menit-menit terakhir Duffield bersama editor Pietro Scalia bahkan mempermainkan logika. Paus, ayah, memori dan angan-angan semuanya tabrakan menjadi satu.
Hasilnya adalah momen yang sungguh memancing air mata. Kemenangan Jay akhirnya bukan hanya soal bagaimana menghadapi rasa takutnya tapi juga belajar untuk move on. Dan kemenangan itu rasanya hangat walaupun kita harus masuk ke dalam perut paus dulu untuk meraihnya.
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



