Aksi Barasuara Bawa Isu Karhutla di Panggung Synchronize Fest

Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Pada penampilannya, grup musik ini membawa isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke atas panggung.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Frontman Barasuara, Iga Massardi, tampil mengenakan baju putih polos bertuliskan dibakar.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Tak hanya itu, poster All Eyes on Kalimantan Sumatera Papua juga tersebar di area penonton.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Banyak lagu yang dibawakan Barasuara pada kesempatan ini membahas isu lingkungan.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Barasuara mengabulkan permintaan khusus penggemar untuk tidak membawakan lagu Terbuang dalam Waktu sebagai penutup.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Sebagai gantinya, penampilan ditutup lewat lagu Hagia dan Etalase, diiringi konfeti serta percikan api dari gitar Iga Massardi.
Barasuara menjadi penutup hari pertama Synchronize Festival 2026 di District Stage, Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Pada penampilannya, grup musik ini membawa isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke atas panggung.
Frontman Barasuara, Iga Massardi, tampil mengenakan baju putih polos bertuliskan dibakar.
Tak hanya itu, poster All Eyes on Kalimantan Sumatera Papua juga tersebar di area penonton.
Banyak lagu yang dibawakan Barasuara pada kesempatan ini membahas isu lingkungan.
Barasuara mengabulkan permintaan khusus penggemar untuk tidak membawakan lagu Terbuang dalam Waktu sebagai penutup.
Sebagai gantinya, penampilan ditutup lewat lagu Hagia dan Etalase, diiringi konfeti serta percikan api dari gitar Iga Massardi.