Petit-Bleu et Petit-Jaune, Kisah Identitas Lewat Bola Warna-warni
Kelompok teater asal Prancis, Compagnie Succursale 101, menghadirkan pertunjukan Petit-Bleu et Petit-Jaune di Komunitas Salihara Arts Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). Pertunjukan ini memadukan seni teater dengan permainan boneka dalam sebuah kisah tentang persahabatan dan penerimaan identitas baru.
Pementasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pesta Boneka on Wheels, festival boneka internasional yang diselenggarakan oleh Papermoon Puppet Theatre.
Petit-Bleu et Petit-Jaune mengisahkan persahabatan antara Si Biru Kecil dan Si Kuning Kecil. Kedua tokoh digambarkan melalui bola-bola kecil berwarna yang dimainkan layaknya boneka di atas panggung.
Cerita bermula dari kedekatan kedua tokoh tersebut. Dalam satu momen, Si Biru Kecil dan Si Kuning Kecil berpelukan erat hingga keduanya menyatu dan berubah menjadi warna hijau.
Perubahan itu menjadi titik penting dalam cerita. Ketika kembali kepada orang tua masing-masing, keduanya tidak dikenali karena penampilan mereka telah berubah menjadi warna yang berbeda.
Warna hijau yang muncul dari perpaduan biru dan kuning menjadi simbol identitas baru. Kisah sederhana melalui permainan warna tersebut membawa penonton pada persoalan tentang perubahan diri dan bagaimana lingkungan menerima sesuatu yang dianggap asing.
Pertunjukan dibuka dengan siluet seorang aktris yang terlihat dari balik kotak-kotak properti. Secara bertahap, bagian tubuh sang aktris muncul satu per satu, membangun suasana panggung sebelum cerita berkembang melalui gerak, properti, dan permainan boneka.
Perpaduan unsur teater dan boneka menjadi cara untuk menyampaikan cerita tanpa bergantung pada penggambaran tokoh manusia secara konvensional. Bola-bola kecil menjadi karakter utama yang membawa alur cerita sekaligus menyampaikan emosi dan perubahan yang dialami kedua sahabat tersebut.