Perjalanan Sang Ratu Polkadot Yayoi Kusama hingga Mendunia

pameran 'Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow' di Museum MACAN
Seniman asal Jepang, Yayoi Kusama dikenal sebagai seniman avant-garde yang dikenal dengan ciri khas polkadot dalam karya-karyanya. Ia juga disebut sebagai Ratu Polkadot. Foto: Museum MACAN
Yayoi Kusama
Lahir di Matsumoto, Jepang, pada 22 Maret 1929, ia hidup di keluarga yang disfungsional dan penuh kekerasan. Yayoi Kusama menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bekerja di pabrik militer, menjahit parasut untuk tentara kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Foto: Huffington Post
Visitors look at a part of Japanese artist Yayoi Kusama's installation
Sejak usia 10 tahun, ia mengalami halusinasi yang sangat nyata, yang membanjiri dunianya dengan motif polkadot yang kelak menjadi ciri khas karyanya. Yayoi Kusama sering melihat pola jaring dan titik-titik.Foto: REUTERS/Phil Noble
Yayoi Kusama dikenal sebagai seniman ikonik asal Jepang dengan gaya polkadot yang khas. Yuk, intip lagi karya-karyanya.
Pengalaman halusinasi itu dituangkannya ke dalam kanvas, karya seni instalasi, patung, hingga performans. Foto: Getty Images
pameran 'Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow' di Museum MACAN
Pada akhir 1950-an, Yayoi Kusama pindah ke Amerika Serikat dan bergabung dalam golongan avant-garde di New York. Terkenal lewat lukisan jaring tak terbatas (Infinity Nets) dan pertunjukan provokatif pada era 1960-an. Foto: Tia Agnes/ detikHOT
pameran 'Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow' di Museum MACAN
Sosoknya menjadi seniman perempuan pertama yang mewakili Jepang di Venice Biennale pada tahun 1993. Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Yayoi Kusama x Louis Vuitton
Yayoi Kusama meraih ketenaran dan mendunia berkat karya seni instalasi Infinity Mirror Rooms dan kolaborasi mode besar seperti dengan Louis Vuitton. Foto: Dok. Louis Vuitton
Seniman asal Jepang, Yayoi Kusama dikenal sebagai seniman avant-garde yang dikenal dengan ciri khas polkadot dalam karya-karyanya. Ia juga disebut sebagai Ratu Polkadot. Foto: Museum MACAN
Lahir di Matsumoto, Jepang, pada 22 Maret 1929, ia hidup di keluarga yang disfungsional dan penuh kekerasan. Yayoi Kusama menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bekerja di pabrik militer, menjahit parasut untuk tentara kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Foto: Huffington Post
Sejak usia 10 tahun, ia mengalami halusinasi yang sangat nyata, yang membanjiri dunianya dengan motif polkadot yang kelak menjadi ciri khas karyanya. Yayoi Kusama sering melihat pola jaring dan titik-titik.Foto: REUTERS/Phil Noble
Pengalaman halusinasi itu dituangkannya ke dalam kanvas, karya seni instalasi, patung, hingga performans. Foto: Getty Images
Pada akhir 1950-an, Yayoi Kusama pindah ke Amerika Serikat dan bergabung dalam golongan avant-garde di New York. Terkenal lewat lukisan jaring tak terbatas (Infinity Nets) dan pertunjukan provokatif pada era 1960-an. Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Sosoknya menjadi seniman perempuan pertama yang mewakili Jepang di Venice Biennale pada tahun 1993. Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Yayoi Kusama meraih ketenaran dan mendunia berkat karya seni instalasi Infinity Mirror Rooms dan kolaborasi mode besar seperti dengan Louis Vuitton. Foto: Dok. Louis Vuitton