Seorang pengunjung menikmati karya yang dipamerkan dalam pameran bertajuk Suara Dari Muara di Museum Bahari, Jakarta Utara, Rabu (8/7/2026). Pameran ini menampilkan karya fotografi, instalasi, dan kerajinan tangan yang dibuat oleh perempuan Muara Angke.
Pameran merupakan hasil kolaborasi antara kelompok ibu-ibu Muara Angke dengan Georgetown University Foreign Service Asia Pacific, Museum Bahari, Yayasan Riset Mata Waktu, Institut Kesenian Jakarta, dan Climate Reality Indonesia.
Melalui rangkaian foto, pengunjung diajak melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Muara Angke. Berbagai aktivitas warga pesisir disajikan sebagai narasi visual yang dekat dengan kehidupan laut.
Selain fotografi, pameran juga menghadirkan kerajinan berbahan cangkang kerang hijau. Limbah tersebut diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi.
Potensi budidaya dan pengolahan kerang hijau di Muara Angke menjadi inspirasi lahirnya berbagai karya. Produk yang ditampilkan juga mengangkat identitas masyarakat pesisir.
Setiap karya menggambarkan hubungan erat warga dengan laut sekaligus menyuarakan harapan agar ekosistem pesisir tetap terjaga dari ancaman perubahan iklim dan pencemaran.
Keterlibatan perempuan Muara Angke menjadi kekuatan utama pameran ini. Lewat proses kreatif, mereka menyampaikan pengalaman, suara, dan harapan kepada masyarakat luas.
Pameran ini menjadi ruang dialog antara masyarakat, akademisi, seniman, dan publik tentang pentingnya menjaga kawasan pesisir. Antusiasme pengunjung menunjukkan karya sederhana dapat membawa pesan sosial, budaya, dan lingkungan yang kuat.