Aksi Dua Lipa Dirikan Perpustakaan Buat 100 Buku Terlarang
Perpustakaan Manifesto ini ada di dalam salah satu toko buku paling bersejarah di Eropa di auditorium budaya, Livraria Lello di kota Porto, Portugal. Foto: Dok.Service95
Manifesto Liberary berdiri berkat kerja sama antara Service95 dan Livraria Lello dan jadi ekspresi fisik pertama dari visi pendirinya, Dua Lipa. Sang musisi ingin klub buku Service95 jadi rumah bagi penulis dan pembaca. Foto: Dok.Service95
Menariknya, Dua Lipa bersama klub buku Service95 menghadirkan 100 buku-buku terlarang, dilarang beredar atau diterbitkan, dihapus dari kurikulum sekolah, atau dikeluarkan dari sistem perpustakaan. Foto: Dua Lipa/ Instagram
100 judul tersebut disusun dalam empat tema: kekuasaan, kendali, suara, dan ingatan. Di antaranya ada The Second Sex karya Simone de Beauvoir, Felon karya Reginald Dwayne Betts, Free karya Lea Yp, Nineteen Eighty-Four karya George Orwell sampai The Satanic Verses karya Salman Rushdie. Foto: Dua Lipa/ Instagram
Lewat akun Instagram pribadinya, Dua Lipa sering merekomendasikan buku-buku yang dia baca. Misalnya saja Jerusalem yang pernah dibacanya saat berusia 15 tahun. Foto: Dua Lipa/ Instagram
Ini momen Dua Lipa saat memberikan sambutan di ajang pengumuman anugerah Man Booker International Prize 2026. Dua Lipa bicara bagaimana lewat buku berhasil membuka perspektifnya jauh ke masa depan. Foto: Dua Lipa/ Instagram
Bahkan saat sedang honeymoon bersama suaminya, Callum Turner, ia menyempatkan untuk membaca buku di atas kasur. Bagaimana apakah detikers juga geek banget sama buku-buku yang dibaca? Foto: Dua Lipa/ Instagram