Ngobrol Neurosains Bareng Trisa Triandesa

Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Trisa Triandesa meluncurkan buku berjudul Moving Forward not Moving on yang diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia bulan lalu. Buku bergenre self development itu mengajak pembaca buat menelusuri emosi yang terpendam dalam tubuh manusia.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Dalam buku Moving Forward not Moving on, juga membuat pengalaman personal Trisa saat didiagnosa mengidap gangguan kecemasan dan depresi pada tahun 2021. Setelah perjalanan panjang bolak-balik berobat, ia didiagnosa sakit tersebut saat berada di London, Inggris.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Pengalaman personal untuk menerima kenyataan dan berupaya memulihkan kesehatan mentalnya juga terangkum dalam buku tersebut.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa Saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa (2/6).
Trisa Triandesa juga mengobrol proses kreatif bukunya di hadapan awak redaksi detikcom bookclub pada Selasa malam (2/6/2026).  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Di hadapan anakdetik, Trisa cerita kalau naskah bukunya digarap selama 6 bulan dan terbit bulan lalu. Bukunya pun sudah cetak ulang kedua dan mendapat sambutan hangat.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Salah satu redaksi detikcom, bertanya bagaimana cara meregulasi emosi dan juga mengapa isu mental health ini menjadi marak selama 10 tahun terakhir. Bahkan seakan ada standar tertentu di platform medsos khususnya TikTok.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa Saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa (2/6).
Trisa juga mengajak pembaca bukunya agar menerima peristiwa yang terjadi dalam hidup dengan legowo, tanpa judge apapun, serta mensyukuri yang ada. Salah satu cara mengatasinya dengan bikin journaling yang berisi expresif writing.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Penulis Trisa Triandesa saat Sambangi Kantor detikcom pada Selasa malam (2/6/2026).
Trisa Triandesa dikenal sebagai konten kreator, influencer, dan juga pernah main teater di awal dekade 2010-an. Iya kuliah di jurusan Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung dan mengambil gelar Master Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck, University of London.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Trisa Triandesa meluncurkan buku berjudul Moving Forward not Moving on yang diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia bulan lalu. Buku bergenre self development itu mengajak pembaca buat menelusuri emosi yang terpendam dalam tubuh manusia.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Dalam buku Moving Forward not Moving on, juga membuat pengalaman personal Trisa saat didiagnosa mengidap gangguan kecemasan dan depresi pada tahun 2021. Setelah perjalanan panjang bolak-balik berobat, ia didiagnosa sakit tersebut saat berada di London, Inggris.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Pengalaman personal untuk menerima kenyataan dan berupaya memulihkan kesehatan mentalnya juga terangkum dalam buku tersebut.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Trisa Triandesa juga mengobrol proses kreatif bukunya di hadapan awak redaksi detikcom bookclub pada Selasa malam (2/6/2026).  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Di hadapan anakdetik, Trisa cerita kalau naskah bukunya digarap selama 6 bulan dan terbit bulan lalu. Bukunya pun sudah cetak ulang kedua dan mendapat sambutan hangat.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Salah satu redaksi detikcom, bertanya bagaimana cara meregulasi emosi dan juga mengapa isu mental health ini menjadi marak selama 10 tahun terakhir. Bahkan seakan ada standar tertentu di platform medsos khususnya TikTok.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Trisa juga mengajak pembaca bukunya agar menerima peristiwa yang terjadi dalam hidup dengan legowo, tanpa judge apapun, serta mensyukuri yang ada. Salah satu cara mengatasinya dengan bikin journaling yang berisi expresif writing.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom
Trisa Triandesa dikenal sebagai konten kreator, influencer, dan juga pernah main teater di awal dekade 2010-an. Iya kuliah di jurusan Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung dan mengambil gelar Master Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck, University of London.  Foto: Dok.Rifkianto Nugroho/ detikcom