Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Intan Paramaditha dikenal sebagai novelis dan Dosen Kajin Media di Universitas Macquarie, Sydney, yang sukses menelurkan Sihir Perempuan, Gentayangan, dan Malam Seribu Jahanam.   

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Tahun ini, kumcer Sihir Perempuan merayakan hari jadi yang ke-20 tahun. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Di kedatangannya kali ini, Intan berbicara soal proses kreatifnya dalam menulis hingga tantangannya menyelesaikan naskah. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Salah satunya novel Gentayangan yang digarap selama 9 tahun lamanya sebelum terbit. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Tak hanya hadir di detikSore, Intan Paramaditha ngobrol bareng teman-teman detikcom bookclub selama 1 jam lamanya. Staf redaksi antusias banget bertanya tentang tulisan-tulisannya yang memiliki perspektif feminisme. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Dalam karya terbarunya Malam Seribu Jahanam, juga menyentil isu imigran. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Karya-karya Intan Paramaditha telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan meraih PEN Translates Award di Inggris, nominasi Stella Prize di Australia, dan sastra prosa terbaik Majalah Tempo di Indonesia. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Novelis Intan Paramaditha Bincang Kreatif di Kantor detikcom

Di akhir sesi, teman-teman detikcom meminta tanda tangan Intan Paramaditha lalu wefie. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)

Intan Paramaditha dikenal sebagai novelis dan Dosen Kajin Media di Universitas Macquarie, Sydney, yang sukses menelurkan Sihir Perempuan, Gentayangan, dan Malam Seribu Jahanam.   
Tahun ini, kumcer Sihir Perempuan merayakan hari jadi yang ke-20 tahun. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Di kedatangannya kali ini, Intan berbicara soal proses kreatifnya dalam menulis hingga tantangannya menyelesaikan naskah. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Salah satunya novel Gentayangan yang digarap selama 9 tahun lamanya sebelum terbit. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Tak hanya hadir di detikSore, Intan Paramaditha ngobrol bareng teman-teman detikcom bookclub selama 1 jam lamanya. Staf redaksi antusias banget bertanya tentang tulisan-tulisannya yang memiliki perspektif feminisme. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Dalam karya terbarunya Malam Seribu Jahanam, juga menyentil isu imigran. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Karya-karya Intan Paramaditha telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan meraih PEN Translates Award di Inggris, nominasi Stella Prize di Australia, dan sastra prosa terbaik Majalah Tempo di Indonesia. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)
Di akhir sesi, teman-teman detikcom meminta tanda tangan Intan Paramaditha lalu wefie. (Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFOTO)