Pekan Nobel akhirnya jatuh kepada kategori sastra sore ini. Penyair sekaligus esais, Anne Carson, menerima anugerah Hadiah Nobel Sastra 2026 yang diumumkan oleh Akademi Swedia lewat siaran langsung.
Setelah pengumuman, anggota Akademi Swedia, Steve Sem-Sandbreg, diwawancarai awak media yang hadir. Ia ngaku banyak penulis yang pastinya terkejut setelah namanya disebutkan sebagai pemenang Nobel Sastra tahun ini.
"Dia bisa mengkoneksikan sastra kontemporer dalam kehidupannya. Dia seorang pengajar sejak awal, dan dia menggunakan karakter, cerita di baliknya dari waktu itu, serta menaruhnya ke konteks modern. Dan di antara itu, dia memberikan energi ke dalam tulisan-tulisannya," ungkapnya dikutip dari akun resmi @NobelPrize, Kamis (8/10/2026).
Baca juga: Penyair Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026 |
"Gak ada yang menulis seperti dia. Dan menurut saya, gak ada seorang pun yang bahkan berani melakukannya dengan cara seperti ini," katanya.
Akademi Swedia dalam pengumuman yang dibacakan secara streaming menyebutkan Anne Carson menerima Hadiah Nobel karena karyanya yang berani, inovatif, melalui dialog penuh permainan dengan tradisi klasik berhasil menciptakan bentuk baru bagi sastra kontemporer.
Pengumuman Hadiah Nobel Sastra dibavakan oleh Sekretaris Akademi Swedia, Ingrid Carlberg. Ia menyatakan Anne Carson sedang ada di Islandia ketika pengumuman itu disampaikan.
"Dia sangat terkejut," katanya.
Lahir di Toronto, Kanada, pada tahun 1950, Anne Carson berkarya menulis puisi, menerjemahkan, dan juga mengajar di berbagai universitas.
Pada 1981, ia menerbitkan disertasi doktoralnya dalam bidang Klasik berjudul 'Odi et Amo Ergo Sum', dan sepanjang seluruh kariernya, ia menggabungkan penulisan puisi dengan pekerjaan penerjemahan serta pengajaran di berbagai universitas.
Hampir seluruh produksi sastranya berpusat pada persimpangan antara obsesi seorang filolog terhadap kata-kata dan keinginan seorang penyair akan makna baru. Ia sendiri telah mengidentifikasi etimologi kata-kata sebagai titik awal bagi seluruh karyanya.
Salah satu karyanya 'The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos', yang diterbitkan pada tahun 2001, menceritakan pertengkaran yang tajam dan sinis dengan seorang suami yang licik, dengan dua puluh sembilan episodenya masing-masing dibuka dengan baris-baris puisi dari penyair romantis John Keats.
Kata-kata agung Keats tentang keindahan yang merupakan kebenaran, dengan cara yang brutal namun penuh permainan, dikontraskan dengan drama hubungan yang melelahkan ini.
Karya lainnya 'Nox' adalah karya tak terlupakan oleh Anne Carson. Diterbitkan pada tahun 2010, karya ini ditulis sebagai kenangan untuk saudaranya, Michael, yang hilang secara misterius sebelum kematiannya di Denmark pada tahun 2000. Di sini terasa jelas rasa kehilangan yang mendalam yang merambat naik dari bawah.
Pada tahun 1990-an, ia juga menerbitkan karya yang secara luas dianggap sebagai mahakaryanya, Autobiography of Red: A Novel in Verse(1998). Karya ini menunjukkan kemampuan luar biasa Carson dalam menghidupkan kembali tradisi sastra klasik.
Simak Video "Video: Buku Move Forward, Bukan Move On: Rahasia Otak Sembuhkan Luka"
(tia/pus)