Kabar Buruk! Proyek Taman Hiburan Dragon Ball Z di Prancis Belum Dapat Izin
Dilansir dari media berita Prancis Le Monder, proyeknya dikabarkan belum dapat izin dari pihak pemegang rights Dragon Ball. Duh!
Dalam laporannya, disebutkan ada beberapa sumber yang tahu soal proyek tersebut lalu bicara dengan syarat anonim. Mereka bilang, proposalnya sampai saat ini belum ada 'tiket emas' alias belum disetujui.
Seperti diketahui dalam website Toei Animation Europe, pemegang hak cipta untuk IP Dragon Ball adalah Bird Studio (studio milik mendiang Akira Toriyama), penerbit Jepang Shueisha, dan untuk rights tayangan anime adalah Toei Animation.
Laporan dari surat kabar lokal Prancis ini muncul sehari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan proyek taman hiburan senilai 6 miliar euro atau sekitar Rp 123,7 triliun.
Dalam berita The Japan Times melaporkan kantor Kepresidenan Prancis melaporkan taman hiburan itu bakal bertemakan manga. Sedangkan lembaga penyiaran publik Inggris, BBC, merinci kalau taman hiburannya diperkirakan akan mengusung tema seri Dragon Ball Z.
Dilansir dari Reuters, Istana ΓlysΓ©e umumin Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berkomitmen pada kesepakatan senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 123 triliun untuk membangun taman hiburan baru di Cergy-Pontoise, tepat di sebelah utara Paris atau 30 km jauhnya dari pusat kota.
Gagasan ini bermula saat keduanya ngobrol dan mereka sadar sama-sama ngefans sama Dragon Ball. Grup investasi dan hiburan asal Arab Saudi, Qiddiya, akan mendanai proyek terbaru tersebut. FYI nih, Qiddiya juga sebelum investasi pada Naruto Theme Park, yang juga ada di negara tersebut.
Presiden Emmanuel Macron bilang belum pernah ada proyek seperti ini sejak Disneyland Paris.
"Sebuah destinasi global baru. Di sini, di Prancis. Terima kasih kepada Qiddiya dan Arab Saudi atas kepercayaan mereka terhadap negara kami, talenta kami, dan masa depan kami," tulisnya.
(tia/aay)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
