3 Laga Tersisa, Masih Ada Asa untuk Borneo FC Ukir Sejarah Juara

3 Laga Tersisa, Masih Ada Asa untuk Borneo FC Ukir Sejarah Juara

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 07 Mei 2026 08:00 WIB
Pemain Borneo FC. (Instagram: @borneofc.id)
Foto: Pemain Borneo FC. (Instagram: @borneofc.id)
Samarinda -

Borneo FC kini menatap tiga laga tersisa dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Asa Pesut Etam merebut tahta juara dari Persib Bandung masih mungkin terjadi.

Borneo FC sampai saat ini masih terus menempel ketat Persib di puncak klasemen dengan poin yang sama, yakni 72 poin. Borneo berhasil mengamankan tiga poin usai menang menjamu Persita Tangerang dengan skor 2-0.

Jalan menuju tangga juara dipastikan tidak mudah. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Pesut Etam yang juara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat sepak bola yang dikenal melalui akun instagram @sobatpundit, Aditya Setiawan, menilai Pesut Etam wajib sapu bersih tiga laga sisa jika ingin rebut gelar juara.

Pundit asal Samarinda itu melihat Peralta dkk harus mengoptimalkan hasil dari kerja keras tim sejak awal hingga akhir musim, sambil mengharap keberuntungan berpihak pada Borneo FC. Itu pun juga masih bergantung pada hasil sang petahana.

"Borneo wajib menang di tiga pertandingan terakhir. Tapi tetap harus berharap Persib Bandung kehilangan poin, terutama saat menghadapi Persija Jakarta," tutur Aditya, Rabu (6/5/2026).

Pengamat sepak bola yang dikenal melalui akun Sobat Pundit, Aditya Setiawan. (Dokumentasi pribadi narasumber)Pengamat sepak bola yang dikenal melalui akun Sobat Pundit, Aditya Setiawan. (Dokumentasi pribadi narasumber)

Kalau poin Borneo masih terus menyamai Persib, dalam regulasi Super League, penentuan peringkat saat poin sama mengutamakan head-to-head lebih dulu, lalu baru selisih gol umum.

Aditya menilai potensi tergelincirnya Persib Bandung bisa terjadi saat laga tandang ke markas PSM Makassar. Di lain sisi, Adit juga melihat tantangan terberat Borneo FC ada di depan mata, saat menghadapi laga tandang melawan Bali United.

"Main di kandang Bali United bukan hal mudah. Itu bisa jadi penentu. Tapi bukan berarti tidak mungkin dimenangkan," katanya.

Catatan dari Pengamat

Namun demikian, Aditya memberi catatan penting pada lini pertahanan Borneo FC yang dinilai perlu evaluasi.

"Dalam dua laga terakhir, pertahanan masih perlu diperbaiki. Beruntung lawan sebelumnya kurang klinis. Di laga berikutnya harus lebih waspada," tegasnya.

Ia menilai secara permainan, tim asuhan Fabio Lefundes memiliki peluang besar menjadi juara, berkat gaya bermain menyerang dan kondisi fisik pemain yang dinilai masih prima.

Sabtu, 11 Mei 2026 Borneo siap bertandang ke Pulau Dewata. Ini bakal jadi tantangan buat Pesut Etam mengingat tuan rumah, Bali United, dikenal mampu menyulitkan lawan. Terlebih atmosfer dari Semeton Dewata membara di Stadion Kapt. I Wayan Dipta, Gianyar.

Saat ini Bali United berada di posisi ke-8, strategi Serdadu Tridatu bisa membuat Borneo FC lengah hingga poin tercuri. Tiga poin di laga ini menjadi harga mati untuk Borneo FC menjaga marwah Kalimantan Timur.

Beberapa hari setelahnya, Borneo FC bakal dijamu Persijap Jepara. Tantangan berikutnya datang pada Sabtu, 23 Mei 2026. Borneo FC kembali harus menjamu tamunya, kali ini datang dari tanah Maluku Utara.

Laskar Kie Raha berpotensi menyulitkan Pesut Etam, terlebih ia berada di posisi keempat klasemen sehingga jadi klub yang paling diwaspadai.

Aditya menegaskan kunci utama bagi Borneo FC adalah menjaga konsistensi tanpa melakukan banyak perubahan dalam komposisi tim. Jika mampu menjadi juara, Borneo FC berpeluang mencatatkan sejarah sebagai klub pertama dari Pulau Kalimantan yang menjuarai Liga Indonesia.

"Ini momentum untuk mengukir sejarah. Apalagi dua musim lalu mereka sempat jadi juara Regular Series, meski akhirnya finis di posisi tiga," kata Aditya.

"Jika konsisten, peluang itu ada. Tinggal bagaimana mereka memaksimalkan tiga laga sisa," sambung dia.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads