Pundut Nasi, Kuliner Sederhana yang Selalu Buat Rindu Tanah Banjar

Pundut Nasi, Kuliner Sederhana yang Selalu Buat Rindu Tanah Banjar

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB
Pundut Nasi. (YouTube Masak with Mama Vio)
Foto: Pundut Nasi. (YouTube Masak with Mama Vio)
Banjar -

Pundut nasi adalah salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Selatan yang cara dan bahan pembuatannya sederhana, namun rasanya begitu berkesan. Hidangan ini terbuat dari nasi yang dimasak bersama santan dan dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian disajikan dengan sambal habang dan berbagai lauk pendamping.

Aroma harum daun pisang merasuk ke lembutnya nasi yang berpadu dengan gurihnya santan. Pundut nasi memiliki daya tarik tersendiri, hingga membuat para penikmatnya selalu rindu ke Banjar lagi.

Bagi masyarakat Banjar, pundut nasi bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari kenangan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Hidangan ini kerap dijumpai pada acara keluarga, kegiatan adat, hingga berbagai perayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Pundut Nasi

Kreator konten kuliner, Nex Carlos pernah membagikan momen mencicipi pundut nasi di Banjarmasin. Pria asal Pontianak itu, menggambarkan rasa pundut nasi mirip dengan lontong namun teksturnya lebih lembut dan aromanya lebih wangi.

Pundut nasi semakin nikmat jika disantap dengan sambal habang. Nex Carlos memberikan dua jempol pada kuliner khas Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, dan sekitarnya ini.

Pundut Nasi. (instagram @nexcarlos)Pundut Nasi. (instagram @nexcarlos)

Pundut nasi merupakan salah satu makanan tradisional khas Kalimantan Selatan yang dibuat dari beras yang dikukus, kemudian disajikan dengan santan serta sambal habang khas Kalimantan. Kata pundut dalam bahasa Banjar berarti bungkus, merujuk pada cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkus.

Selain populer di Kalimantan Selatan, pundut nasi juga dapat ditemukan di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan kerap disajikan dalam tradisi Beseprah. Hidangan ini cukup mudah ditemukan di pasar tradisional maupun warung makan sederhana di pinggir jalan.

Cita rasa pundut nasi terasa khas karena perpaduan gurih santan, dengan tambahan telur rebus di dalamnya, serta aroma harum daun pisang digunakan sebagai pembungkus. Keunikannya semakin lengkap dengan sambal habang atau sambal merah, yang memberikan sensasi pedas nikmat.

Pundut nasi umumnya dinikmati sebagai menu sarapan, biasanya disajikan bersama lauk seperti telur itik, ikan haruan (gabus), atau ikan papuyu (betok), kemudian disiram dengan saus lapat dan bumbu habang atau kuah merah.

Nasi yang dimasak dengan santan dan dibungkus daun pisang ini sangat cocok dijadikan menu sarapan, karena porsinya tidak terlalu besar untuk disebut sebagai hidangan utama. Cita rasanya gurih dan lembut, dengan aroma santan yang harum sehingga terasa menggugah selera.

Nasi pundut akan semakin nikmat jika disantap bersama tambahan lauk mageli. Mageli merupakan salah satu kudapan goreng yang berbahan dasar kacang hijau.

Mageli cukup mudah ditemukan di Banjar, terutama saat bulan Ramadan. Mageli mirip perkedel namun terbuat dari kacang hijau yang digiling, bukan kentang.

Resep Pundut Nasi

Pundut Nasi. (Laman MMC Kalsel)Pundut Nasi. (Laman MMC Kalsel)

Dalam proses pembuatannya, daun pisang terlebih dahulu diisi dengan beras yang telah dicampur santan, daun salam, dan garam sebelum kemudian dikukus hingga matang. Sementara itu, kuah merahnya dibuat dari campuran cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, gula merah, kemiri, serta tambahan garam dan gula yang menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.

Untuk lebih lengkapnya, berikut resep cara membuat nasi pundut khas Banjarmasin dirangkum dari YouTube Masak with Mama Vio:

Bahan-bahan:

Bahan 1 (untuk santan kental)
1 sdt garam
1 1/2 sdt gula pasir
800 ml santal kental dari kelapa tua

Bahan 2 (untuk santan cair)
1 sdt garam
1 1/2 sdt gula pasir
1800 mili santan cair dari kelapa tua
2 lembar daun pandan yang sudah disimpul

Bahan 3
1 kg beras (cuci bersih, tiriskan)
30 lembar daun pisang yang sudah digarang di atas api (supaya tidak mudah sobek)
Lidi

Cara membuat:

1. Masak santan kental, lalu beri garam dan gula. Aduk sampai mendidih. Sisihkan dan dinginkan.
2. Siapkan panci, lalu masukkan santan encer, daun pandan, garam dan gula. Masak dengan api sedang, aduk sampai mendidih.
3. Kemudian masukkan beras, aduk terus di api sedang sampai airnya menyusut. Matikan api saat santan sudah kering.
4. Taruh 3 sendok nasi hangat ke daun pisang. Daun dilipat dua lalu ditekuk menyerupai mangkuk, tekan-tekan nasi sampai padat di daun pisang.
5. Guyur nasi padat dengan 1,5 centong santan kental. Ujung kanan kiri daun dilipat, diberi daun pisang di tengah untuk mengunci, lalu diikat pakai lidi kecil. Pastikan dibungkus dengan tinggi supaya santan tidak tumpah.
6. Setelah selesai membungkus semua nasi, kukus selama kurang lebih 45 menit sampai matang. Angkat dan sajikan.

Nah, itulah tadi penjelasan dan resep pundut nasi khas Banjar. Selamat mencoba!




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads